Kampus  

Inilah Profil Prof Dr Sri Indarti, Rektor Perempuan Pertama UNRI

Prof Dr Sri Indarti, SE, M.Si

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Prof Dr Sri Indarti, SE, M.Si menjadi rektor perempuan pertama Universitas Riau.

Prof Sri terpilih sebagai rektor, setelah menang telak dalam pemilihan rektor Unri, Rabu 27 Juli 2022.

Siapa Prof Dr. Sri Indarti?

Dilansir Centroriau.id, Prof Sri saat ini menjabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unri selama dua periode. Masa jabatannya baru habis 2023 mendatang.

Sebelum menjabat Dekan, wanita kelahiran Sungai Salak, Indragiri Hilir, 9 April 1965, pernah menjabat Sekretaris Jurusan Manajemen tahun 2001-2003.

Baca: Jabat Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRI, Inilah Sosok Prof. Dr. Sri Indarti, SE, M.Si

Pernah juga menjabat Ketua Jurusan Manajemen 2 (dua) periode, Ketua Program Studi S2 Manajemen. Terakhir sebagai Wakil Dekan I (Bidang Akademik) FEB UNRI Periode 2010-2014.

Sejak SMP kelas 1, si sulung dari tiga bersaudara itu sudah terbiasa hidup mandiri dan jauh dari orang tua,

“Dulu kan saya tinggal di desa dan jauh dari kota. Waktu smp saya mulai ngekos karena dari rumah ke sekolah butuh waktu satu malam baru sampai menggunakan kapal. Di desa saya belum ada smp” ujar Sri.

Setelah lulus dari SMP Negeri 1 Rengat, dan SMA Negeri 8 Pekanbaru, Sri melanjutkan kuliah di jurusan Manajemen FEB Unri dan lulus pada tahun 1987.

Setahun menyandang sarjana, Sri langsung mengabdikan diri ke almamater sebagai dosen di jurusan Manajemen FEB Unri tahun 1988.

Tahun 1994 setelah menikah dan mempunyai 2 orang anak, ia melanjutkan S2 di Universitas Andalas, selesai pada tahun 1997. Kemudian melanjutkan studi S3 di Universitas Brawijaya, selesai tahun 2010.

Sri memiliki prinsip bahwa dalam bekerja itu harus memiliki komitmen dan melaksanakan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh serta amanah.

“Prinsip saya, kalau bekerja itu berusaha untuk komitmen dan melaksanakan tanggung jawab yang diberikan ke kita itu kita laksanakan dengan sunggguh-sungguh, hasil yang kita rasakan bukan langsung saat itu, kita akan nikmati nanti kedepan, orang akan lihat kita mau bekerja karena setiap dikasi tugas itu komitmen dan amanah itu kuncinya,” tuturnya.

Sri juga mengungkapkan bahwa setiap kehidupan itu pasti ada pembelajaran.

“Kita tidak boleh putus asa, karena setiap diri individu itu pasti memiliki potensi atau kelebihan masing-masing. Mungkin seseorang tidak terlalu pintar tapi dia mau belajar.,” ujarnya lagi. ***

Redaktur: Denni Risman