Mimbar  

Inilah Awal Tahun Baru Islam, Diusul Ali bin Abi Thalib

Inilah awal penamaan tahun baru Hijriyah (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Umat Islam memasuki tahun baru hijriah. Tahun 1443 Hijriah berakhir, masuk tahun 1444 Hijriah.

Bagi umat Islam tentu harus tahu bagaimana asal-usul tahun baru Islam. Kapan umat Islam memulai tahun baru Hijriah ini.

Di era Nabi Muhammad SAW, orang-orang Arab hanya menggunakan peristiwa sebagai penamaan tahun. Contohnya Tahun Gajah.

Disebut ‘Tahun Gajah’ diambil dari peristiwa besar yang terjadi pada tahun itu. Tahun Gajah adalah tahun kelahiran Rasulullah. Saat itu pasukan gajah dipimpin oleh Abrahah hendak menyerbu dan merobohkan Ka’bah.

Di jaman ke kalifahaan, muncul ide untuk menentukan kalender Islam. Para sahabat lalu berunding untuk membuat kalender Islam terebut.

Di antara yang hadir adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Thalhan bin Ubaidillah.

Dalam rapat, ada yang mengusulkan kalender Islam berdasarkan hari kelahiran Nabi Muhammad. Ada juga yang mengusulkan, kalender Islam dimulai sejak sejak Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul.

Namun pada akhirnya, usl Ali Bin Abi Thalib yang diterima. Ali mengusulkan kalender Islam dimulai dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Disinilah kalender Islam pertama kali dimulai. Diawali dengan penamaan bulan Muharram.
.
Muharram adalah salah satu bulan yang spesial dalam kalender Islam. Kata Muharam berasal dari kata diharamkan atau dilarang.

Ini merujuk pada pelarangan melakukan peperangan dan pertumpahan darah yang dianggap haram.

Sementara itu, secara etimologis, Muharram berarti bulan yang diutamakan dan dimuliakan.

Makna bahasa ini memang tidak terlepas dengan berbagai peristiwa sejarah baik kenabian maupun kerasulan yang melekat pada bulan tersebut.

Redaktur: Denni Risman – Sumber: PikiranRakyat