Jumlah Korban Banjir dan Longsor Aceh, Sumut dan Sumbar Terus Bertambah

Tim Basarnas melakukan evakuasi korban banjir bandang di Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (27/11/2025).

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan update terkait korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Korban meninggal dunia mencapai 303 orang.

Data yang disampaikan hingga Sabtu 29 November 2025 sore, menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, selain korban meninggal dunia, ada pula korban yang sampai saat ini masih hilang. Adapun rinciannya di Aceh sebanyak 47 orang, Sumut 168 orang dan Sumbar 98 orang.

BNPB menyampaikan data terbaru korban bencana banjir-longsor di wilayah Aceh. Terdapat penambahan jumlah korban meninggal dunia. “Aceh per sekarang ada penambahan korban. Yang pertama untuk korban jiwa meninggal dunia ada 47, 51 masih hilang, 8 luka-luka,” kata Suharyanto.

Korban tersebar di antaranya Aceh Tengah 16 meninggal dunia, 2 hilang, Kabupaten Bener Meriah 12 meninggal dunia dan 13 hilang, Aceh Tenggara 7 meninggal dunia, 25 hilang, 5 luka-luka. Kabupaten Pidie Jaya 4 meninggal dunia dan 4 hilang, Bireuen 4 meninggal dunia, Gayo Lues 2 meninggal dan 4 hilang, Subulussalam 1 meninggal dunia, Lhokseumawe 1 meninggal dunia 3 hilang serta Aceh Tamiang 3 luka-luka.

Sementara di Provinsi Sumatera Utara, BNPB menyampaikan update terbaru mengenai korban bencana banjir dan longsor ada penambahan korban tewas menjadi 166 orang. “Sumatera Utara korban jiwa yang kemarin 116 jiwa sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia,” kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto.

“Artinya dalam satu hari ini bertambah 60 jiwa meninggal dunia ini berkat operasi pencarian pertolongan oleh satgas gabungan yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.

Suharyanto menuturkan 143 orang hingga saat ini masih hilang. Jumlah tersebut berasal dari delapan wilayah terdampak di Sumut.

“Kemudian 143 jiwa yang masih hilang. Rinciannya banyak. Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Humbang Hasundutan, Kota Padang Sidempuan, Papak Barat dan Mandailing Natal. Tidak ada perubahan Kabupaten/Kota yang terdampak masih 8,” jelasnya.

Sedangkan di wilayah Sumatera Barat, BNPB juga memberikan update korban sebanyak 90 orang. “Untuk Padang meningkat, justru sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut korban jiwanya, ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka, ini tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini itu ada tambahan di Kabupaten Agam,” terang Suharyanto.

Adapun rincian korban banjir di Sumbar antara lain Kabupaten Agam 74 meninggal dunia dan 78 hilang, Pasaman Barat 1 meninggal 6 hilang dan 1 luka, Kota Padang Panjang 7 meninggal dengan 3 luka, Kota Padang 5 meninggal, Solok 1 meninggal, Tanah Datar 2 meninggal, 1 hilang dan 4 luka. ***

Editor: Fahrul Rozi

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews