Riau  

Dituduh Mencuri, PUPR Mengaku Aset Pemprov yang Dipakai untuk Masjid Raya akan Diganti

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Kabid Tata Bangunan Dinas PUPR Riau, Zulkifli Harun tak mengakui kalau penggunaan material milik Pemprov Riau berupa sheet pile (dinding tanah) pada proyek Masjid Raya Provinsi Riau menyalahi prosedur.

“Ini (sheet pile) sebelumnya Alkal, bekas workshop Dinas PUPR tidak dimobilisasi, ini tidak terlepas dari koordinasi dengan pimpinan maka kita pakai. Ini tidak hilang, akan kita lakukan penggantian. Itu boleh-boleh saja, kan kita ganti,” kata Zulkifli Harun, Kamis (28/11).

Penggunaan bahan milik daerah tanpa dilakukan pemutihan sempat diributkan Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar saat meninjau lokasi proyek yang terletak di Jalan Siak II, Kelurahan Sri Palas, Rumbai, Pekanbaru itu. Asri bahkan siap melaporkan kesalahan prosedur tersebut ke pihak penegak hukum.

Zulkifli mengatakan, tindakan Asri adalah hal wajar sebagai wakil rakyat di DPRD Riau. Asal, suara yang disampaikan benar mewakili rakyat untuk mewujud hal terbaik.

“Kami mengerti kalau tadi pak Asri agak sedikit emosi, kita harapkan tujuannya benar untuk masyarakat. Inikan juga sudah pernah diperiksa BPK,” jawab dia.

Sementara itu, terkait bangunan turap yang tak beraturan, Zulkifli bercerita kalau pengerjaan proyek di lokasi masjid raya yang baru ini cukup sulit karena kontur tanah yang tidak stabil.

“Jadi kalau dari awal adek-adek tau, bagaimana sulitnya kerja karena kontur tanah disini sangat berat. Kami melakukan menimbun lebih kurang 3,5 meter. Berat beban tanah timbun ini menjadikan turap menggembung, tapi itukan tidak semua,” katanya.

Proyek masjid raya yang baru ini sendiri menelan anggaran sekitar Rp104 miliar dari penggaran awal 2017 sebesar Rp4,7 miliar, dilanjutkan pada tahun 2018 sebesar Rp46 miliar dan pada tahun 2019 dianggar Rp39 miliar.

Setelah tiga tahun berjalan, Zulkifli berharap pada tahun ini proyek yang dikerjakan rekanan PT Tri Jaya Permai dapat difungsikan sesuai target. Namun hingga menjelang berakhirnya tahun, realisasi fisik baru sekitar 60 persen. (rul)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *