Jantung Bengkak, Ustadz Yahya Waloni Dilarikan ke RS

ustadz yahya waloni

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan ustazd Muhammad Yahya Waloni, tersangka dugaan penodaan agama, mengalami pembengkakan jantung sehingga harus dibantarkan ke Rumah Sakit Polri, Kamis 26 Agustus 2021 malam kemarin.

“Jadi hasil pemeriksaan dari rumah sakit ada pembengkakan jantung,” kata Ramadhan, Jumat 27 Agustus 2021.

Baca : Giliran Ustadz Yahya Waloni Ditangkap Polisi

Ramadhan menjelaskan, ustadz Yahya Waloni dibantarkan ke Rumah Sakit Polri pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WIB. Karena kondisinya lemas, selanjutnya dirawat di rumah sakit ini. “Yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung,” ujar Ramadhan.

Ustadz Yahya Waloni ditangkap pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB, di Perumahan Permata, Klaster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dasar penangkapan Yahya atas Laporan Polisi Nomor 0287/IV/2021/BareskrimPolri, tanggal 27 April 2021.

Yahya dilaporkan karena telah melakukan suatu tindakan pidana yaitu berupa ujaran kebencian berdasarkan suku , agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan juga penodaan terhadap agama tertentu melalui ceramah yang diunggah pada video di akun YouTube Tri Datu.

Dari perbuatan yang telah dilakukannya, Yahya disangkakan dengan beberapa pasal, antara lain pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2). Serta Pasal 156 huruf a KUHP, yaitu melakukan penodaan terhadap agama tertentu. Yahya Waloni terancam pidana penjara selama enam tahun.

Ramadhan mengatakan saat ini kondisi ustadz Yahya Waloni masih dalam perawatan tim kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara. “Tersangka MYW sudah ditangani di kamar perawatan,” kata Ramadhan. (rci)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *