Riau  

Tahap II, Riau Dapat Jatah 50 Ribu Dosis Vaksin PMK dari Kementan

Petugas sedang mengecek sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku (int)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau kembali mendapatkan kiriman vaksin untuk hewan ternak, khususnya sapi di Riau. Pasokan vaksin tahap kedua ini jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan kiriman tahap pertama.

Jika tahap pertama Riau dapat jatah 7.400 dosis, untuk tahap kedua ini Riau mendapatkan kiriman 50.000 dosis. Artinya hingga saat ini Riau sudah mendapatkan vaksin dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI sebanyak 57.400 dosis.

“Bantuan vaksin tahap kedua sudah datang, dan sudah kita distribusikan ke kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Herman, Rabu (27/7/2022).

Herman mengatakan, 57.400 dosis vaksin PMK tersebut dinilai masih belum cukup untuk memenuhi target hewan ternak yang harus divaksin PMK.

Pemprov Riau menargetkan 197.190 ekor hewan ternak di Provinsi Riau mendapat vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sedangkan populasi hewan ternak di Provinsi Riau terdiri sapi, sapi perah dan kerbau sebanyak 246.487 ekor. Dengan rincian sapi potong 213.980 ekor, sapi perah 68 ekor, dan kerbau 32.439 ekor.

“Kalau target kita 197.190 ekor hewan ternak bisa divaksin, dari total populasi hewan ternak sebanyak 246.487 ekor. Itu terdiri dari sapi, sapi perah dan kerbau,” ujarnya.

Lebih lanjut Herman menyampaikan, bantuan vaksin tahap kedua telah didistribusikan ke 12 kabupaten/kota disesuaikan dengan jumlah populasi.

“Mana daerah yang populasi hewan ternaknya banyak tentu mendapat vaksin lebih banyak. Seperti di Indragiri Hulu itu populasi sapi ada sebanyak 39 ribu, karena di sana merupakan sumber sapi terbanyak di Riau, tentu tidak sama dengan Pekanbaru populasi sapinya hanya 3.790 ekor,” katanya.

Seperti diketahui, kasus PMK pada hewan ternak, khususnya Sapi di Provinsi Riau mengalami peningkatan. Hingga saat ini total sudah 1.838 ekor sapi warga di Riau terpapar PMK.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Faralinda Sari, mengatakan, sebanyak 1.838 sapi yang terpapar PMK tersebut tersebar di delapan kabupaten. Terbaru Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) juga terpapar PMK.

Kasus PMK sudah terjadi delapan kabupaten, yaitu Rokan Hulu (Rohul), Siak, Indragiri Hilir (Inhil), Kampar, Bengkalis, Indragiri Hulu (Inhu), dan Pelalawan. Terakhir Kabupaten Kuansing juga kita temukan kasus PMK.

Faralinda merincikan sebaran kasus PMK di delapan daerah, Rohul 657 kasus, Siak 154 kasus, Inhil 227 kasus, Kampar 20 kasus, Bengkalis 120 kasus, Inhu 437 kasus, Pelalawan 112 kasus, dan Kuansing 111 kasus.

“Tapi sapi yang sembuh dari PMK juga sudah banyak,” katanya.

Saat ini sudah ada 879 ekor sapi yang dinyatakan sembuh. Tersebar di delapan kabupaten, diantaranya Rohul 318 sapi, Siak 127 sapi, Inhil 132 sapi, Kampar 16 sapi, Bengkalis 116 sapi, Inhu 94 sapi, Pelalawan 32 sapi, Kuansing 44 sapi.

Sementara untuk sapi yang mati karena PMK di Riau saat ini terdapat 5 ekor, yaitu Rohul 1 ekor, Siak 2 ekor, Kampar 2 ekor, dan Inhu 1 ekor.

“Kalau sapi yang dipotong paksa di Riau ada 21 ekor. Itu terbanyak di Inhu 10 ekor dan Rohul ada 9 ekor, kemudian sisanya di Bengkalis 2 ekor,” katanya. (***)