40 Tahun Bersastra, Dapat Apresiasi dari Kemendikdasmen

Empat dari enam penerima apreasiasi sastra asal Riau yang diberikan Kemendikdasmen RI. Dantje S Moeis, Mosthamir Thalib, Harry B Kari'un dan Griven H Putra.

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Selama 40 tahun aktif di dunia sastra, Kemendikdasmen RI 2026 ini berikan apresiasi kepada enam sastrawan Riau bersama puluhan seniman pilihan Indonesia lainnya.

Empat orang yang kategori 40 tahun menekuni dunia sastra diantaranya, Mosthamir Thalib, Dantje S Moeis, Abdul Razak dan Muhammad Nasir. Dua orang masuk kategori 20 tahun berkiprah pada sastra Griven H Putra dan Harry B Kori’un.

Selain untuk sastrawan, Kemendikdasmen juga memberikan bantuan fasilitas kepada komunitas sastra di seluruh Indonesia, untuk tahun ini dari daerah ini terpilih Rumah Kreatif Suku Seni Riau.

Seniman penulis di kanvas Dantje S Moes langsung menyatakan syukur. “Allah Mahapemurah. Memberi jalan mengatasi biaya hidup dalam kondisi yang harus berhubungan terus dengan lingkungan obat-obatan yang berkaitan dengan dunia kedokteran,” katanya.

Seniman bekas pengasuh majalah Sastra Sagang ini sekarang memang dalam kondisi kurang sehat, bolak-balik kontrol kesehatan ke rumah sakit.

Griven H Putra yang tengah menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah sesaat mendapat kabar ini juga menyatakan rasa syukurnya. “Terima kasih Balai Bahasa. Semoga ke depan sastrawan Riau lebih banyak yang memperoleh bantuan ini,” katanya.

Mosthamir Thalib mengatakan, dia memberikan penghargaan yang besar kepada Balai Bahasa Pekanbaru karena telah begitu aktif menjaring dan telah mengusulkan para sastrawan dan pegiat sastra dari Riau.

“Alhamdulillah, tanpa disadari sudah 46 tahun saya bergiat di dunia sastra. Jumpa piagam lama. Pernah juara satu lomba baca Cerpen waktu SMP tahun 1980 di Tembilahan,” ujar penulis Telatah Wak Atan ini, yang juga pernah juara menulis semasa SMA pada Hari Kesehatan RI, juga di Tembilahan tahun 1983. ***

Editor: Fahrul Rozi

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews