Hukrim  

Walau Sudah P21, Kasus Karhutla PT Berlian Mitra Inti di Siak Belum Juga Diajukan ke Pengadilan

Perkara karhutla dengan tersangka korporasi PT BMI Siak belum juga naik ke pengadilan (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Sampai saat ini perkara karhutla yang melibatkan PT Berlian Mitra Inti (BMI) sebagai tersangka, belum juga disidangkan. Padahal kasusnya sudah P-21 atau lengkap.

Kasus karhutla ini terjadi delapan bulan lalu. Polda Riau telah menetapkan kasusnya, korporasi, PT BMI sebagai tersangka.

Penetapan perusahaan jadi tersangka inilah yang menimbulkan masalah. Pasalnya, saat kasus terjadi, Direkturnya bernama Carles. Tapi sebelum Polda Riau melimpahkan kasusnya ke kejaksaan, direksi berganti. Carles mengundurkan diri dari jabatan direktur.

Inilah yang menjadi masalah. Kejati Riau menolak penerimaan pelimpahaan barang bukti dan tersangka tahap dua. Alasan, adanya pergantian penanggungjawab perusahan.
.
Jaksa ingin direktur yang mewakili perusahaan masih aktif, bukan Charles.

“Inikan korporasi, harus ada yang bertanggungjawab atas perusahaan tersebut,” kata Kepala Kejati Riau Jaja Subagja saat ditanyai perkembangan kasus PT Berlian Mitra Inti yang tak kunjung tuntas.

Kejaksaan kata Jaja sudah meminta polisi untuk mencari penanggungjawab yang nantinya mewakili perusahaan di pengadilan. Bukan orang yang sudah mengundurkan diri.

“Kalau mengundurkan diri siapa yang bertanggungjawab. Apakah ada direktur baru, kalau ada di BAP (minta keterangan),” ucap Jaja.

Menurut Jaja, yang mewakili perusahaan dalam berkas seharusnya orang baru atau masih aktif di perusahaan.

“Kalau nanti sudah dipenuhi, baru dilimpahkan,” tegas Jaja.

Kasus karhutla di lahan PT Berlian Mitra Inti terjadi pada tahun 2020. Lahan yang terbakar seluas 94,5 hektare.

Kebakaran terjadi di sejumlah blok, mulai dari G1 dan G2 hingga F1 sampai 3 di Kampung Jambai Makmur, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.

Dari keterangan sejumlah saksi, penyidik Polda Riau menetapkan PT BMI dengan sengaja membakar lahannya.

Redaktur: Denni Risman