Tabrakan Beruntun di Jalur Lintas Padang-Bukittinggi, 1 Meninggal, Begini Kronologinya

Polisi lakukan olah tkp di lokasi kecelakaan beruntun Silaing, Padang Panjang (net)

LAMANRIAU.COM, PADANGPANJANG – Lalu lintas Padang-Bukittinggi, Jumat, 29 Juli 2022 malam, sempat lumpuh.

Tabrakan beruntung telah terjadi di jalur utama tersebut. Tepatnya di Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Tabrakan beruntun itu melibatkan delapan kenderaan. Satu orang dilaporkan meninggal.

Kecelakaan berawal dari truk nomor polisi (nopol) BA 8429 AE. Truk yang dikemudikan Asep Mulyana, 50 tahun datang dari arah Padang Panjang menuju Padang.

“Sampai di tempat kejadian (truk) mengalami rem blong sehingga menabrak kendaraan Pikap Ba 9399 BY,” kata Kasat Lantas Polres Padang Panjang, Iptu Aldy Lazzuardy Septiawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat malam..

Aldy mengatakan, sopir mobil pikap yang ditabrak oleh truk tersebut bernama Irwan, 32 tahun.

Kendaraan yang dihantam truk tersebut juga menabrak kendaraan yang ada di depannya hingga total kendaraan yang terlibat kecelakaan berjumlah delapan unit.

“Sopir mobil pertama yang ditabrak truk meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara yang lainnya mengalami luka ringan,” ungkapnya.

Untuk memulihkan lalu lintas, malam itu juga petugas telah mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Berikut daftar mobil yang terlibat kecelakaan, pengemudi dan penumpang

1. Truk Mitsubishi Colt Diesel BA 8099 AI
2. Pikap Grandmax Ba 9399 BY
3. Fortuner BA 1885 QS
4. Avanza Ba 1778 XK
5. Xenia BM 1967 NM
6. Brio BA 1319 WA
7. Dump Truk Mitsubishi Colt Diesel BA 8896 OU

Daftar pengemudi dan penumpang mobil

1. Asep Mulyana, 50 tahun
2. Irwan, 32 tahun (Meninggal di TKP)
3. Beni Eka Putra, 26 tahun (Luka-luka)
4. Fadhly Muhammad Ikhsan, 33 tahun
5. Wahyudi Alfitrah, 19 tahun
6. M Teja HP, 29 tahun
7. Ade Muhammad Surya, 29 tahun
8. Nurmal, 63 tahun (Luka-luka)
9. Darma Surya, 67 tahun (Luka-luka)
10. Neni Darmayanti, 34 tahun (Luka-luka)
11. Amilulhudan Kawakibi, 2 tahun (Luka-luka)
12. Suryaldi, 43 tahun
13. Emil Yusriadi, 41 tahun

Redaktur: Denni Risman – Sumber: hallonusa