Riau  

Ilyas Husti Belum Mampu Sinergikan Kepengurusan MUI Riau

Ketua MUI Riau Prof Dr H Ilyas Husti.

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Kisruh yang terjadi menyebabkan banyaknya pengurus inti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau mengundurkan diri. Ini membuktikan kepemimpinan Prof Dr H Ilyas Husti belum mampu membangun sinergitas antar pengurus. Padahal MUI adalah lembaga terhormat yang menjadi tolak ukur bagi kelembagaan agama di daerah ini.

Hal itu dikatakan tokoh agama Riau Drs H Rasyidi Hamzah. Ia menilai kepengurusan MUI Riau di bawah kepemimpinan Ilyas Husti sangat rapuh. Bahkan beberapa tokoh agama sudah berkonsultasi ke tingkat pusat, agar segera melakukan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

“Saya kira ini terjadi akibat kurang piawainya Prof Ilyas Husti membenahi MUI yang telah dipercayai pusat untuk menjadi nakhodanya. Kami sangat prihatin melihat informasi yang berkembang dan pernyataan beberapa tokoh agama agar Musdalub segera dilakukan,” kata Rasyidi yang juga pengurus Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Provinsi Riau tersebut.

Menurut Rasyidi, ketidakpercayaan sebagian ulama terhadap Ilyas Husti, sudah sejak awal pemilihan melalui Musda tahun 2021 lalu. Karena dianggap duduk dipaksakan melalui musyawarah yang penuh intrik, sehingga pelaksanaannya dengan situasi yang agak panas.

“Karna situasi musyawarah yang tidak lazim dalam pemilihan MUI yang notabene para tokoh ulama dan Ormas yang ada di dalamnya,” jelas dia.

Dengan penetapan ketua terpilih Ilyas Husti yang dipandang oleh peserta Musda kurang tepat dan tidak sesuai aturan, lanjut Rasyidi, maka banyak para tokoh ulama dan Ormas tidak bersedia masuk dalam jajaran kepengurusan alias menolak.

“Dalam penyusunan pengurus hanya beberapa Ormas yang mau ikut didalam kepengurusan MUI dibawah Ilyas Husti, selebihnya kalangan akademisi dan orang perorang, sampai mantan Walikota Firdaus masuk dalam kepengurusan itu,” sambungnya.

Lebih kurang satu tahun kepengurusan, timbul gejolak dengan mundurnya beberapa pengurus teras MUI seperti sekretaris, bendahara dan beberapa pengurus inti lain, sehingga sulit bagi Ilyas Husti untuk melanjutkan kepemimpinan MUI Riau.

Menurut Rasyidi Hamzah Ilyas Husti yang bergelar profesor sebenarnya sangat cocok untuk menjadi Ketua MUI Riau. Dengan gelar yang disandangnya cukup bergensi untuk sebuah organisasi papan atas di Riau. Apalagi pengalamannya cukup baik, pernah menjadi Ketua MUI Kota Pekanbaru yang berhasil. Dan memegang jabatan Direktur Pasca Sarjana UIN Suska Riau saat ini.

“Namun sayang kepemilihan beliau selaku ketua tidak murni musyawarah, lebih kepada keinginan pribadi dan orang tertentu, sehingga tidak dengan legalitas yang benar. Setelah beliau menjadi ketua tidak merangkul para tokoh ulama dan tokoh ormas, yang seharusnya beliau lakukan sejak awal,” katanya.

Sehingga timbul gejolak dan terjadinya keinginan para tokoh untuk melaksanakan Musdalub. Jika hal ini diantisipasi sejak awal, kemungkinan masalah tersebut dapat diredam segera. ***

Editor : Fahrul Rozi