Hukrim  

Dahlan Iskan Sebut Skema Kaisar Sambo Dibuat Orang dalam

Kapolri tegaskan akan menindak tegas apapun bentuk perjudiannya (net)

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Munculnya skema Kaisar Sambo, menimbulkan banyak pertanyaan. Pasalnya, skema itu beredar luas di jaringan grup percakapan, whatsapp.

Sampai sekarang, tidak ada bantahan dari Mabes Polri.

Di skema itu, mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo diposisikan sebagai kaisar. Dia berada di pucuk sindikat segala macam proyek ilegal.

Jaringannya digambarkan sangat rinci. Termasuk nomor telepon pribadi jejaring itu. Baik yang di Mabes Polri, di mapolda, sampai ke cukong-cukong swastanya.

“Saat menerima kiriman skema itu, pikiran saya berputar ke zaman jadi wartawan,” tulis Kolumnis kondang Dahlan Iskan di kolom Disway edisi Selasa, 23 Agustus 2022.

Menurutnya, skema seperti itu biasa dipaparkan oleh kepolisian untuk menjelaskan kasus-kasus besar nan rumit. Dengan skema seperti itu kasus rumit bisa terlihat jelas dan sederhana.

“Maka pikiran saya langsung menyimpulkan: ini dibuat oleh orang dalam. Si pembuat rupanya tahu benar kejadiannya,” lanjut Dahlan.

Dia menduga si pembuat ingin menyajikan skema seperti itu kepada atasan mereka. Akan tetapi serbasalah, serbaewuh-pakewuh karena banyak nama besar di dalamnya.

“Saya menunggu sampai tiga hari. Apakah ada klarifikasi soal skema yang beredar amat luas itu. Hoaks atau bukan,” tulisan Dahlan Iskan.

Namun, klarifikasi itu menurutnya tidak ada. Masyarakat dibuat membangun opini dan kesimpulan masing-masing. Lalu menyebarkannya menjadi luas lagi. Lalu berkembang menjadi seperti kebenaran.

“Saya hanya mem-forward skema itu satu kali, yakni kepada tokoh yang saya anggap lebih tahu. Apakah isi skema ini benar?” tanya Dahlan kepada tokoh tersebut.

“Benar,” tulisan Dahlan menirukan jawaban si tokoh. “100 persen benar?” Dahlan kembali bertanya. Jawaban berikutnya dari tokoh tersebut hanya satu kata: “Intelijen”.

“Entah apa maksudnya. Dan, klarifikasi tetap tidak pernah datang. Yang muncul justru skema susulan, kemarin,” tulis Dahlan.

Dia melihat skema baru tersebut tidak membantah skema Kaisar Sambo, juga tidak membenarkan.

Dahlan melihat skema yang baru  lebih banyak lagi pejabat tinggi di Mabes tercantum di dalamnya. Termasuk yang sekarang sedang memegang jabatan-jabatan kunci.

“Apakah skema baru ini sebagai bentuk perlawanan dari kelompok yang masuk di skema Kaisar Sambo? Apakah ini bentuk peperangan internal oleh para penganut filsafat tiji tibeh?” tulisan Dahlan.

Apa pun itu, yang jelas sampai hari ke-44 kasus Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo masih berhak atas pangkat jenderal itu. Belum ada pemecatan ataupun sekadar penonaktifan dari keanggotaan Polri.

Dahlan menilai pengenaan pasal kode etik Irjen Sambo dimaksudkan agar tindakan disiplin internal bisa lebih cepat. Hal itu menurut Dahlan menandakan betapa pergolakan di internal Polri berlangsung sangat seru.

“Dan, Menko Polhukam (Mahfud MD, red) seperti masih menjaga jarak –mungkin masih menunggu agar buah itu cukup matang untuk dimakan,” tulis Dahlan Iskan lagi.

Redaktur: Denni Risman – Sumber: jpnn

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews