Gempa Siberut Pergerakan Megathrust Mentawai, Ini Dampak Dirasakan Warga

BMKG menghimbau warga Sumbr adanya gempa susulan, pasca dua kali berdekatan digoyang gempa (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Minggu, 11 September 2022, pagi, Kota Padang digoncang gempa dua kali dalam waktu berdekatan.

Gempa pertama dirasakan kuat pada pukul 06.10 WIB. Kekuatan gempa 6,1. Tak lama kemudian disusul gempa ke dua, pukul 06.24 WIB dengan magnitude 5,4.

Pusat gempa 146 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai pada kedalaman 10-11 kilometer.

Plt. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dr. Daryono menyebutkan gempa Siberut ini berasal dari aktivitas subduksi lempeng (megathrust).

Jauh hari sebelumnya, BMKG sudah mengingatkan adanya potensi gempa di atas 8 magnitudo di Zona Megatrhust Mentawai.

Disebutkan, gempa Siberut itu tidak berpotensi tsunami.

Guncangan paling keras dirasakan warga di Siberut dan Sipora.

Dampak guncangan di Sagulubeg Siberut Barat mencapai IV-V MM. Di Siberut Utara goncangan terasa pada skala V MMI.

Pada skala V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Guncangan IV-V MMI dirasakan di Sagulubeg, Sikabaluan, dan Tua Pejat, Sipora

Pada guncangan skala IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela danpintu berderik dan dinding berbunyi.

Sementara warga Kota Padang, Padang Panjang, Painan, dan Pasaman Barat merasakan gempa ini pada III-IV MMI.

Guncangan gempa III MMI merupakan getaran yang dirasakan nyata dalam rumah, dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan dari dampak gempa tersebut. Namun BMKG telah mengeluarkan himbaun mewaspadai gempa susulan.

Redaktur: Denni Risman