BBM Naik, Dulu Menolak, Sekarang Mendukung, Ini Alasan Megawati Mendukung

Dulu Megawati dan PDIP menolak naiknya BBM subsidi, sekarang mendukung (net)

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati dan partainya PDI Perjuangan termasuk yang paling keras menolak rencana kenaikan BBM subsidi.

Penolakan waktu itu yang disertai isakan tangis dan derai air mata, muncul lagi di kondisi sekarang di era Presiden Joko Widodo menaikan harga BBM subsidi.

Massa buruh Jawa Timur termasuk kelompok yang menyindir Megawati saat demo menolak kenaikan harga BBM pada 6 September lalu di Surabaya.

Sindiran itu tertuang dalam poster yang dibawa buruh saat menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Jawa Timur.

“Harga BBM naik! Susah waktunya menangis kok gak menangis lagi seperti dulu. Kenapa?” mengutip tulisan dalam poster tersebut.

Tapi beda dengan yang dulu. Dulu menolak, sekarang Megawati mendukung naiknya harga BBM Subdisi.

“Kalau nanti tidak dinaikkan, lalu situasi kondisinya malah menjadi lebih sulit, lalu bagaimana?” kata Megawati menjawab wartawan di sela Jeju Peace Forum, di Kota Jeju, Seoul, Kamis, 15 September 2022

Menurut Megawati, pemerintahan Presiden Jokowi sudah berpikir panjang sebelum menaikkan harga BBM subsidi. Dia juga yakin Jokowi tidak mudah mengambil kebijakan itu.

“Situasi ini kan tentunya tidaklah begitu gampang, tidak asal-asalan saja dinaikkan BBM,” ucap Megawati seperti dikutip cnnindonesia, Jumat, 16 September 2022.

Megawati menanggap masih ada yang tidak mau memahami kondisi yang tengah dihadapi oleh pemerintah.

Dia menegaskan bahwa Indonesia menghadapi situasi yang sulit imbas pandemi Covid-19 dan krisis energi.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa sepenuhnya memindahkan anggaran pemulihan imbas pandemi Covid-19 ke subsidi BBM. Megawati mengatakan masyarakat bisa lebih menderita jika itu dilakukan.

“Jadi jangan justru dibalik ya bahwa memang Covid ini juga seperti sebuah pertimbangan yang tidak mudah, apakah dilepas saja? Tapi kan nanti (kalau dilepas), yang kena juga rakyat. Artinya kan bisa makin banyak yang menderita. Kan begitu antara lain pertimbangan-pertimbangannya,” kata Megawati.

Redaktur: Denni Risman – sumber: cnnindonesia