Diduga Air Kiriman dari PT SAGAM, Seribuan Warga Batang Tuaka Terancam Hilang Mata Pencarian

Diduga Air Kiriman dari PT SAGAM, Seribuan Warga Batang Tuaka Terancam Hilang Mata Pencarian
Banjir genangi Desa KUala Sebatu, Batnag Tuaka, Inhil. Seribuan warga terancam kehilangan mata pencarian. (net)

LAMANRIAU.COM, INHIL – Sekitar 1.500 warga Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Indragiri Hilir terancam kehilangan mata pencarian. Pasalnya, lahan mereka terendam banjir.

Kepala Desa Kuala Sebatu, Budi, menyebutkan genangan air itu sudah berlangsung lama. Air yang di duga kiriman dari PT Setia Agrindo Mandiri (SAGM) telah merendam ratusan hektar lahan perkebunan dan pertanian warga.

“Imbas banjir itu di perkirakan berdampak kepada sekitar 1.500 orang penduduk desa kami,” kata Budi, Kamis, 13 Oktober 2022.

Imbas banjir itu membuat tanaman terancam mati. Jika ini terjadi, warga pun terancam gagal panen.

Kepala Desa menyebutkan, dampak banjir di rasakan betul oleh warga yang lahannya berbatasan langsung dengan kawasan industri PT SAGM.

“Desa kami memang berbatasan langsung di hulu dan hilir perusahaan,” tuturnya.

Selain merendam lahan perkebunan warga, banjir kiriman dari PT SAGM itu juga merendam jalan poros desa dan pemukiman warga.

“Ini sangat menyulitkan warga kami. Apalagi saat musim hujan begini, ketinggian air bisa mencapai 1 meter,” tanda Budi.

Dia berharap pemerintah kabupaten Inhil bisa menuntaskan masalah banjir itu. Supaya warga bisa berktifitas dan bisa mengelola lahannya kembali.

Editor: Denni Risman – Penulis: ck04