Bisnis  

Binar Dukung Pelaksanaan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan

Seto Lareno, Cofounder BINAR Saat Mengisi Fincourage Forum. (Foto: Humas Binar)

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Perkembangan transformasi digital di sektor industri jasa keuangan khususnya perbankan memberikan dampak signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tuntutan akselerasi digital kian mengemuka didorong perubahan ekspektasi publik akan layanan keuangan yang cepat, efisien, dan aman serta dapat dilakukan dari mana saja.

Kondisi demikian mengharuskan perbankan untuk menempatkan transformasi digital sebagai prioritas dan salah satu strategi dalam upaya peningkatan daya saing bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu telah merilis Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan yang disusun dengan mengedepankan prinsip keseimbangan antara inovasi digital perbankan dan aspek prudensial untuk menjaga kinerja perbankan dalam kondisi sehat (prudent, safe, and sound banking).

Baca : Dorong Peningkatan Skill Digital Para Professional, Binar Luncurkan Binar Pro

Mengutip laman OJK, di Indonesia sendiri, perkembangan transaksi digital tumbuh jauh lebih tinggi, yakni sebesar 1.556 persen dalam kurun tahun 2017–2020. Transaksi uang elektronik mencapai Rp 786,35 triliun pada 2021. Nilai tersebut meningkat Rp 281,39 triliun (55,73%) dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 504,96 triliun (Bank Indonesia, 2021).

Startup Edtech terkemuka di Indonesia, BINAR, menyadari bahwa transformasi digital membutuhkan dukungan people yang memadai agar bisa terlaksana secara optimal. Oleh karena itu, Binar menggelar ‘Fincourage Forum’ yang dihadiri oleh staf/pimpinan Human Capital dari 4 Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia. Acara yang digelar pada Kamis-Jumat, 3-4 November 2022 tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Bank Kalsel, Bank Banten, Bank DKI dan Bank Jatim.

Co-Founder Binar, Seto Lareno menuturkan komitmen pihaknya untuk menjadi mitra strategis bagi berbagai institusi yang tengah berencana untuk melakukan transformasi digital.

“Sebagai platform upskilling dan reskilling talenta digital terkemuka di Indonesia, kami siap menjadi mitra teman-teman human capital untuk mengoptimalkan talenta yang tersedia sehingga dapat mencapai target performa di masing-masing institusi. Sepanjang Fincourage Forum kami menyadari betapa pentingnya peningkatan kemampuan digital bagi para bankers di Indonesia,” katanya.

“Kami menyadari bahwa implementasi dari cetak biru transformasi digital perbankan membutuhkan dukungan seluruh stakeholders. Oleh karena itu, Binar siap hadir dan mendukung OJK serta segenap lembaga jasa keuangan yang terlibat,” tambah Seto.

Salah seorang peserta, Noviar Ridhoni selaku Kepala Divisi Human Capital Bank Kalsel menuturkan pentingnya kemampuan digital bagi HC di era digital seperti saat ini.

“Menurut saya pelatihan ini sangat menarik karena memang kebutuhan kita di bidang Human Capital itu tidak terbatas di bidang administrasi. Seiring dengan perkembangan zaman digitalisasi memang sangat diperlukan untuk mempermudah seluruh operasional pelaksanaan kegiatan yang ada di human capital,” jelasnya.

Melalui Fincourage Forum, Binar mencoba mendorong komunitas keuangan untuk mengembangkan kompetensinya di bidang keamanan internet, transformasi digital, dan pentingnya keterampilan digital talent di era revolusi industri 4.0.

Melalui pelatihan ini diharapkan dapat turut meningkatkan kemampuan para pekerja sektor jasa keuangan, dengan memberikan rangkaian Workshop secara offline dengan sejumlah topik yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan dapat meningkatkan skill serta kompetensi Karyawan di era digitalisasi seperti saat ini.

Fincourage Forum Edisi perdana hadir dengan 4 workshop antara lain Digital Culture Mindset, Building Innovative Mentality, Agile Transformation: A Journey to Enterprise Agility dan H.R 4.0.

Melalui Fincourage Forum Binar berharap bisa membentuk platform yang ideal bagi para Human Capital Bank di Indonesia untuk berjejaring dan bertukar pikiran serta saling menghadirkan solusi. ***

Editor: Fahrul Rozi