Potret Kerusakan Jalan Kuala Keritang-Talang Jangkang di Indragiri Hilir, Warga Tagih Janji Gubri

Sebuah mobil pick up terjungkal ke parit saat melintas di ruas Jalan Kuala Keritang, Kecamatan Keritang, Indragiri Hilir yang rusak parah.

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Ruas jalan sepanjang 11 kilometer yang menghubungkan Desa Kuala Keritang-Desa Talang Jangkang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir telah lama mengalami kerusakan cukup parah. Sampai saat ini tak mendapatkan penanganan serius dari pihak terkait.

Menurut Idris, warga setempat, badan jalan kelas 3 tersebut merupakan milik pemerintah provinsi Riau. Meski sudah lama rusak, belum ada perhatian dan Dinas PUPR Provinsi Riau untuk memperbaikinya.

“Mungkin karena daerah kami ini jauh di pinggir, mereka menganggap tidak penting. Padahal jalan ini adalah satu-satunya akses bagi kami,” ujar Idris dengan nada kesal, Selasa 15 November 2022.

Pengendara melintasi genangan air yang menutup badan jalan ruas Kuala Keritang menuju desa Talang Jangkang.

Tidak hanya badan jalan, beberapa buah jembatan sudah ambrol dan mengancam keselamatan pengendara. Pekan lalu, sebuah mobil pick up terjungkal ke parit karena menghindari jalan rusak tersebut.

Akibat kerusakan itu, arus hilirisasi perkebunan sawit warga setempat juga terhambat. Terlebih masuknya musim pasang keling, membuat badan jalan tertutup oleh luapan sungai Keritang dan sungai Reteh. Kondisi ini juga membuat harga buah sawit anjlok.

Tokoh masyarakat setempat, H Musyaffak Asikin mengaku prihatin dengan kondisi badan jalan tersebut yang membuat kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat terganggu. Padahal sudah beberapa kali dilaporkan kepada Pemprov Riau.

“Saya hari ini menagih janji Gubernur Riau Syamsuar-Edy Natar empat tahun lalu yang mengatakan akan menyediakan kebutuhan infrastruktur bagi seluruh masyarakat Riau. Apakah Keritang ini tidak masuk dalam Provinsi Riau, sehingga jalannya dibiarkan begini saja. Bantulah masyarakat kami, ini tanggungjawab provinsi,” ujar mantan anggota DPRD Riau 2014-2019 ini.

Selain rusak, saat ini jalan milik provinsi itu terndam air pasang keling yang menyulitkan bagi pengendara untuk melintas.

Selama menjabat anggota dewan, Ia mengaku selalu intens berkomunikasi dengan pihak Dinas PUPR Provinsi Riau. Tapi sampai hari ini belum juga terselesaikan perbaikan jalan di wilayah itu. “Pemprov jangan bermimpi untuk membangun program-program baru, kalau yang ada saja tak bisa diurus. Ini kebutuhan masyarakat banyak,” ulangnya.

Tambah Musyaffak, Syamsuar kabarnya akan maju kembali pada Pemilihan Gubernur Riau tahun 2024 mendatang. Jangan salah kalau masyarakat tak lagi memilihnya. “Karena janji yang sekarang belum terpenuhi, kedepan janji lain akan muncul,” pungkasnya. ***

Editor/Penulis: Fahrul Rozi