Diduga Jual Minuman Beracun, Ini Kata Pemilik Mama Mia Swalayan

mama mia
Korban Nia Agustianti (37) terbaring lemas di RS Syafira setelah mengaku keracunan minuman.

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Pemilik Mama Mia Swalayan di Jalan H Imam Munandar, Hayau, tak membantah jika produk soya V-Soy Multi-Gran yang dijual pihaknya menjadi penyebab salah satu pelanggan keracunan. Namun Ia memastikan minuman asal Thailand yang tersedia dalam kulkas toko adalah produk baru dan bukan kemasan expired alias kadaluarsa.

“Bisa lihat sendiri produknya kami jual masa kadaluarsa masih lama, sekitar bulan 4 dan 5 tahun 2022. Jadi kami tak mungkin menjual produk tidak standar. Kalau itu akibat dari produk, pihak produk yang bisa menjawabnya,” kata Hayau ditemui Senin 30 Agustus 2021.

Ia mengaku sudah mencoba minuman itu, termasuk kepada karyawan toko, semuanya tidak ada masalah. “Kepada pelanggan kami tentu jaga perasaan, tak mungkin kami jelaskan seperti ini. Nama produk itu bisa saja gagal produksi. Karena itu sebagai tanggungjawab, kami sudah kasih Rp 2 juta untuk biaya pengobatan. Kepada pihak pemasok produk juga sudah kami sampaikan masalah itu. Saya kira itu sudah selesai,” lanjutnya.

Hayau juga mengaku tak menarik produk tersebut dari toko karena pihak pemasok menjamin minuman tersebut aman. Ia juga tak berniat memeriksakan kadar minuman ke laboratorium karena merupakan tugas produsen. “Minuman ini tak ada masalah, kalau yang periksa itu, ya, pemilik produk ya,” imbuhnya.

Sebelumnya seorang warga kota Pekanbaru sempat dilarikan ke Rumah Sakit Syafira setelah muntah-muntah sejak Sabtu 28 Agustus 2021 dinihari. Korban bernama Nia Agustianti (37), mengaku merasakan gejala keracunan setelah mengkonsumsi minuman soya merek V-Soy Multi-Gran yang dibeli di Swalayan Mama Mia, Jalan H Imam Munandar, sore sebelumnya.

Korban saat ini mendapatkan perawatan intensif rumah sakit. Ia menceritakan Jumat sore sepulang dari kegiatan senam, sempat mampir ke Swalayan Mama Mia untuk berbelanja barang harian. Saat itu merasa haus dan mengambil minuman soya pada kulkas yang tersedia di toko tersebut.

Korban bersama anaknya langsung mengkonsumsi minuman tersebut persis di hadapan kasir yang mana salah seorang petugas memberikan sedotan. Tanpa rasa curiga ia langsung pulang setelah melakukan pembayaran.

Namun saat beristirahat tengah malam, korban merasakan tidak enak perut dan muntah-muntah. Awalnya Ia tidak curiga dengan kondisi tersebut, kemudian memanggil anaknya. Tetapi anaknya juga mengaku merasakan hal yang sama.

Saat itu teringat sebelumnya telah mengkonsumsi minuman soya yang diduga membuat mereka keracunan. Karena kondisi semakin parah korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan pihak rumah sakit membenarkan bahwa korban keracuanan minuman.

Dari kejadian ini, korban mengaku kecewa dengan tanggapan pemilik swalayan dan meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan terhadap produk yang dijual oleh swalayan tersebut.

“Harapan kami kepada pihak terkait dalam hal ini BPOM segera turun kelapangan memeriksa produk yang dijual Swalayan Mama Mia. Jika ditemukan terbukti mereka menjual makanan atau minuman, kadaluarsa, kami minta proses hal ini,” kata Nia melalui pesan tertulis.

Korban juga berencana melaporkan kejadian yang dialami ke pihak kepolisian untuk mendapat tanggungjawab dari pihak swalayan. Agar kejadian serupa tak terulang lagi kedepannya. ***

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *