LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan H Agung Nugroho dan H Markarius Anwar mencatat kemajuan terstruktur hingga melampaui target. Menjadi fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Perubahan drastis wajah kota bertuah dimulai sejak dilantiknya pasangan Walikota dan Wakil Walikota baru pada Februari 2025 lalu. Pasangan Agung Nugroho – Markarius Anwar (AMAN), tanpa waktu jeda langsung melakukan berbagai gerakan percepatan pembangunan, perbaikan infrastruktur dan tata kelola sejumlah bidang strategis.
“Masih banyak pekerjaan rumah di Pekanbaru yang harus kita selesaikan. Saya nyaman bekerja di Pekanbaru, turun langsung ke lapangan, motoran keliling kota, menyapa masyarakat, melihat kondisi jalan, banjir, dan pelayanan. Kita ingin bekerja secara nyata,” kata Walikota Agung dalam sebuah kesempatan.
Dalam satu tahun terakhir, Pekanbaru menunjukkan arah pembangunan bergerak lebih terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota mulai dibenahi secara menyeluruh. Berbagai janji politik AMAN diterjemahkan menjadi langkah konkret dari kebijakan yang langsung dirasakan masyarakat hingga program jangka panjang demi memperkuat basis kota.
Hari pertama kerja, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho langsung meneken kebijakan penting yang menyentuh kebutuhan harian warga, seperti penurunan tarif parkir kendaraan bermotor guna meringankan beban ekonomi sekaligus menata sistem perparkiran agar lebih tertib dan transparan.
“Sejak awal kami berkomitmen bahwa setiap program harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar rencana, tapi benar-benar diwujudkan secara bertahap dan terukur,” tambah Agung Nugroho.
Sementara itu, pada sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan. Hal ini menandai pergeseran pendekatan dari sekadar penanganan menjadi partisipasi kolektif. Penindakan terhadap pelaku pembuang sampah ilegal dilakukan untuk membangun efek jera. Ada pula penertiban 175 tiang reklame mencerminkan ketegasan dalam menghadirkan wajah kota yang lebih rapi dan ramah lingkungan.
Sepanjang mata anggaran tahun 2025, upaya pengendalian banjir dilakukan dengan penanganan 20 titik rawan, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase, dan DAS sepanjang 109,5 kilometer. Penanaman 15 ribu pohon memperkuat visi Pekanbaru Green City yang berkelanjutan. Solidaritas juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako masing-masing senilai Rp 3 miliar dan Rp 1,5 miliar.

Perbaikan infrastruktur tercatat melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik. Anggaran tahun 2026 program kembali berlanjut dengan perbaikan jalan rusak sepanjang 42 kilometer, dana disiapkan sebesar Rp 100 miliar. Perbaikan jalan rusak melalui metode overlay (pengaspalan ulang) sepanjang 42 kilometer lebih, sebagai bagian dari prioritas utama Walikota Agung Nugroho. Fokus perbaikan mencakup 17 ruas jalan strategis di awal tahun, termasuk perbaikan cepat atas laporan warga, seperti di kawasan Jalan Rambutan dan jalan penghubung Cut Nyak Dien – Pepaya.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, terus bergerak cepat menggesa perbaikan infrastruktur jalan rusak di berbagai wilayah pada awal tahun 2026. Fokus perbaikan kali ini tidak hanya menyasar pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pinggiran guna memastikan aksesibilitas warga tetap terjaga dan merata.
“Saya menerima laporan dari masyarakat dengan serius dan langsung memberikan instruksi kepada Dinas PUPR untuk segera menangani. Kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air ini sudah cukup mengganggu aktivitas masyarakat – anak sekolah, pekerja, dan ibu-ibu yang beraktifitas pasti merasa tidak nyaman bahkan khawatir akan keselamatan,” tegas Walikota.
Secara bertahap, Pemko Pekanbaru berjanji akan menuntaskan satu per satu titik jalan rusak yang tersisa di seluruh kecamatan. Untuk tahun 2026 ini, Agung Nugroho secara optimis menargetkan total panjang jalan yang diperbaiki akan melampaui capaian tahun lalu, yakni lebih dari 42 kilometer.
Tidak sekedar infrastruktur, pelayanan publik semakin proaktif melalui kehadiran Mobil AMAN berupa layanan administrasi kependudukan jemput bola yang memudahkan masyarakat tanpa harus datang ke kantor pemerintahan. Pekanbaru secara resmi juga meluncurkan aplikasi SIP AMAN. Inovasi ini dihadirkan sebagai solusi digital untuk menyederhanakan seluruh urusan perizinan dan non-perizinan bagi masyarakat serta pelaku usaha di Kota Bertuah.
“Kehadiran aplikasi SIP AMAN ini sebagai terobosan strategis di tengah kompetisi global yang menuntut kecepatan. Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen untuk melayani masyarakat dan para investor dengan prinsip cepat, tepat, dan transparan guna menciptakan iklim usaha yang lebih sehat,” ujar Agung.
Pemko Pekanbaru juga menggelar Bazaar Pangan Murah berlangsung di 50 lokasi untuk menjaga daya beli masyarakat. Dari sisi tata kelola, utang warisan senilai Rp 467 miliar berhasil dilunasi, masuk investasi baru, dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam satu jam. Terobosan ini menjadi simbol percepatan pelayanan dan kepastian usaha.
Dalam bidang transportasi, Pemko Pekanbaru juga merencanakan peremajaan bus Trans Metro Pekanbaru ke transportasi modern bus listrik. Pemerintah Kota Pekanbaru, per April 2026, mulai menguji coba dua unit bus listrik untuk memperkuat layanan TMP sebagai upaya menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara. Sedikitnya ada 16 unit bus listrik akan beroperasi penuh tahun ini, menandai era transportasi ramah lingkungan yang lebih modern di Pekanbaru. Selain itu, akses diperluas dengan disiapkan Oplet AMAN sebagai feeder kawasan permukiman.
Pada bidang pendidikan, Beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an, membuka kesempatan belajar lebih merata. Program Zero Putus Sekolah berhasil mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan. Pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), serta pelatihan kader posyandu menjadi bagian dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi mendatang.
Digitalisasi pendidikan terus berjalan, ditandai dengan penggunaan smartboard di sekolah negeri. Program Sekolah Rakyat tengah dalam tahap persiapan dengan dukungan lahan yang telah tersedia. Upaya pengentasan kemiskinan dilakukan melalui intervensi langsung dan penguatan UMKM.
Prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun kepemimpinan Agung Nugroho. Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus mendorong UMKM. Gaya hidup sehat didukung melalui Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah. Pemberdayaan masyarakat diwujudkan lewat Program Rp 100 Juta per RW, sementara pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 memperkuat kapasitas aparatur.
Dalam hal keamanan masyarakat, telah diluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112. Di sektor lingkungan, inovasi pengelolaan sampah berbasis waste to energy (WTE) mulai dikembangkan sebagai solusi jangka panjang.
Pekanbaru juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN). Program Makan Bergizi Gratis telah didukung oleh 27 dapur umum dengan kapasitas 3.000–3.500 porsi per hari per dapur. Sebanyak 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum telah terbentuk di setiap kelurahan.

Pada sektor perumahan, pemerintah telah membangun 42 unit rumah layak huni dan merehabilitasi 12 unit lainnya. Sementara itu, pembangunan jaringan gas kota telah menjangkau 20 ribu sambungan rumah.
Dengan capaian ini, Pekanbaru tidak hanya bergerak maju, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kota yang adaptif, progresif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Walikota Agung Nugroho juga meraih penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat, khususnya dalam keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.
Seluruh pencapaian tersebut lahir dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dengan fondasi yang telah diperkuat selama satu tahun pertama ini, Pemerintah Kota Pekanbaru bertekad melanjutkan transformasi secara lebih progresif dan berkelanjutan -menjadikan Pekanbaru bertumbuh sebagai kota yang bersih, sehat, berdaya saing, dan membanggakan bagi generasi masa depan.
Agung Nugroho mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Riau, dan Pemerintah Kota Pekanbaru secara selaras dan berkesinambungan. “Kunci keberhasilan pembangunan adalah kolaborasi. Mari kita perkuat kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota, agar pembangunan berjalan lebih cepat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya. (ADV)






