Kampus  

Diusia ke 22 Tahun Fakultas Kehutanan Unilak, Ini Harapan Rektor Junaidi

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Di usianya yang ke 22 tahun, Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak) telah memberikan kontribusi bagi pembangunan dan masyarakat luas, target kedepannya adalah pembukaan program Doktor (S2) Kehutanan.

Hal itu disampaikan Rektor Unilak Dr Junaidi SS MHum dalam sambutannya saat acara syukuran keberadaan Fakultas Hukum yang telah menginjak usia 22 tahun yang diisi dengan tausiah agama, kemarin.

“Kami sangat berterimakasih kepada pendiri Fakultas Kehutanan dan civitas akademika. Dan kita bangga (kehutanan) bisa berdiri di Provinsi Riau. Kedepan Unilak berencana pendirian S2 kehutanan dan  sudah menjadi mimpi kita, saya yakin pendirian S2 akan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rektor.

Rektor Junaidi mengatakan,  Fakultas Kehutanan dan Unilak ingin konsen  terhadap persoalan lingkungan dan  kehutanan di Riau dan Indonesia umumnya, Fakultas Kehutanan harus bisa memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Ditambahkan, di saat milad ini Junaidi mengajak seluruh civitas akademika terutama di Fakultas Kehutanan untuk merenungkan   apa yang telah dicapai dan apa yang akan dilakukan kedepan, sehingga bisa dirasakan manfaatnya.

“Dan saya mendorong dosen dosen yang belum S3 untuk dapat melanjutkan pendidikan, saat ini Unilak juga  ada arboretum mari kita jaga dan kelola menjadi ekowisata, ini bisa dilakukan oleh Fakultas Kehutanan,” pungkasnya.

Dekan Fakultas Kehutanan Ir Emy Sadjati MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa awal mula berdirinya Fakultas Kehutanan diawali dari program studi Manajemen Hutan dan Teknologi Hasil Hutan, dan ada tiga orang pendiri yaitu, Prof Dr Syafrani, almarhum Drs Subagio dan almarhum Ir Hamdani Adeli.

“Tepat 13 Maret 1998, Fakultas Kehutanan berdiri, kami berharap pendiri dam pimpinan universitas terus mendorong dan membina Fakultas Kehutanan dalam pengembangan sehingga turut berperan dalam mencapai visi unilak unggul 2030,” harap Emmy.

Sementara, salah satu pendiri Fakultas Prof Syafrani bercerita kalau perjuangan saat masa itu sangat berat, gedung yang belum ada dan meyakinkan Rektor saat itu, dan mengurus persyaratan pendirian.

“Setelah itu kita bawa ke Jakarta dengan menaiki bus dan saat ini proposal  asli pendirian akan saya serahkan ke dekan,” ujar Prof Syafrani.

Di akhir sambutannya ia mengutip kata-kata Buya Hamka, kalau ingin di kenang orang sepanjang hidup maka buatlah prestasi, agar kita selalu hidup. “Maka dari itu selalu berpikir prestasi agar selalu diingat dan kita tidak dianggap mati,” ungkapnya. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *