Kampus  

Wisudawan Unri Periode Maret Sudah Bisa Ambil Ijazah

Ilustrasi/NET

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU  Meski pelaksanaan wisuda Universitas Riau (Unri) yang seharusnya digelar pada 18-19 Maret 2020, namun bagi mereka yang sudah mendaftar dan akan mengikuti wisuda diperiode tersebut, Ijazahnya sudah bisa diambil dimasing-masing Fakultas.

Hal itu ditegaskan Rektor Unri melalui Wakil Rektor Wakil Rektor Bidang Akademik Unri M Nur Mustafa.

“Meski pelaksanaan wisuda ditunda dikarenakan bencana wabah Virus Corona. Namun, untuk ijazah mereka yang sudah terdaftar sebagai peserta wisuda, sudah bisa dimabil dimasing-masing Fakultas,” jelas M Nur.

Mantan Dekan FKIP Unri ini menjelaskan, ada sebanyak 2.475 wisudawan Unri yang mengalami penundaaan wisuda pada periode 18-19 Maret 2020 ini.

“Silahkan Ijazah tersebut diambil, dan digunakan untuk kebutuhan, jika sudah memungkinkan untuk pelaksanaan wisuda, makan kegiatan tersebut akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Senada dengan disampaikan M Nur, Kepala Biro Akademis dan Kemahasiswaan Azhar Kasymi, menyampaikan untuk pengambilan ijazah wisudawan periode 18-19 Maret 2020 dapat dilakukan melalui fakultas masing-masing, sementara jadwal untuk pelaksanaan wisudanya menunggu kebijakan lebih lanjut melalui kesepakatan seluruh unsur pimpinan di lingkungan Unri.

Meski ditunda, ijazah tetap bisa dibagikan terlebih dahulu. Sehingga bisa langsung digunakan untuk kebutuhan masing-masing baik untuk melamar kerja maupun melanjutkan studi.

Adapun mekanisme pengambilan ijazah sudah bisa dilakukan sejak tanggal 18 Maret 2020 dengan langsung mendatangi petugas penyerah ijazah di fakultas masing-masing, dengan syarat pengambilan ijazah harus wisudawan yang bersangkutan yang telah dinyatakan lulus.

Penyerahan ijazah tidak dapat dilakukan melalui perwakilan oleh orang lain untuk mengambilnya. Sementara untuk waktu pengambilan dilakukan pada jam kerja yang telah ditetapkan di fakultas masing-masing.

Azhar, kembali mengingatkan kepada wisudawan agar mengambil ijazahnya di fakultas masing-masing dan tidak bisa diwakilkan. Serta disaat pengambilan ijazah di fakultas, dapat menerapkan standar prosedur pencegahan penyebaran Covid-19.

“Seperti penggunaan masker, menjaga jarak di keramaian, mencuci tangan, dan menjaga daya tahan tubuh melalui istirahat yang cukup serta makan makanan yang sehat,” urai Azhar.

Sejak berkembangnya penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau, Unri dalam melaksanakan perkuliahan menggunakan metode Daring (Dalam Jaringan) yaitu penerapan Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ) yang menggunakan platform seperti: Google Class Room, Learning Management System (LMS), ataupun media sosial lainnya sampai batas waktu yang akan ditentukan selanjutnya.

Begitu pula dengan pelaksanaan praktikum di laboratorium, bengkel, dan lapangan dilakukan dengan penugasan dan tetap memperhatikan prosedur operasional standar perkuliahan praktikum. Perkuliahan lapangan (PKL) ditangguhkan sampai batas waktu yang akan ditentukan selanjutnya.

Sedangkan [elaksanaan bimbingan tugas akhir, dan ujian akhir tetap dilaksanakan dengan platform yang ditentukan pimpinan fakultas masing-masing.

“Seluruh pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan ditangguhkan sampai batas waktu yang akan ditentukan selanjutnya,” tambah Azhar.

Sebagaimana diketahui, kebijakan penundaan pelaksanaan wisuda Unri ini merupakan langkah pencegahan meluasnya penyebaran Covid-19 serta menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan, yang dituangkan melalui Surat Edaran Rektor Nomor 2/UN19/SE/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Virus Corona di lingkungan Unri. Edaran dikeluarkan pada Ahad 15 Maret 2020. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *