Sosial  

BKKBN Riau Serahkan Bantuan APD ke Bidan di 12 Kabupaten/Kota

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Riau menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan untuk para bidan di Riau.

Bantuan ini diberikan sebagai upaya BKKBN dalam ikut serta melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus Corona.

Bantuan diserahkan kepada Pengurus Daerah (PD) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Riau untuk selanjutnya diserahkan kepada Pengurus Cabang (PC) IBI yang ada di 12 Kabupaten/Kota.

Sekretaris BKKBN Perwakilan Provinsi Riau, Mery Ellya menjelaskan penyerahan bantuan kepada IBI karena bidan merupakan mitra strategis BKKBN yang sangat rentan tertular virus Corona atau Covid-19, karena bersentuhan langsung dengan pasien, sehingga membutuhkan APD dalam menjalankan tugasnya.

“Jumlah yang diserahkan BKKBN Riau itu mencapai ribuan. Totalnya itu Masker 3 ribu dan Sarung tangan sebanyak 9 ribu,” ujar Mery, Jumat (24/4/2020).

Ia menjelaskan, dengan bantuan ini, bidan bisa melakukan pelayanan di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan secara mandiri.

“Karena bidan yang bersentuhan langsung dengan akseptor, baik melakukan suntik KB maupun pemeriksaan kesehatan lainnya,” katanya.

Dikatakan Mery lagi, ribuan APD tersebut diberikan kepada seluruh bidan yang melakukan pelayanan mandiri di Riau.

“Bantuan APD ini kami peruntukkan bagi tenaga medis seperti bidan yang ada di Riau sehingga pelayanan KB di Riau tidak terhenti karena merebaknya Covid 19,” katanya.

Ia berharap dengan bantuan APD itu pelayanan, khususnya KB dapat terus dilaksanakan.

Saat ini, kata dia, APD tersebut sangat dibutuhkan dalam rangka pelayanan program-Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga berencana (Bangga Kencana) kepada masyarakat Riau dalam kondisi pandemi Covid-19 ini.

Ia menyebutkan lagi, meski dalam kondisi pandemi virus corona, namun pelayanan KB diminta agar tetap berjalan. Untuk itu, bantuan ADP ini nantinya akan disalurkan oleh IBI Cabang di kabupaten/kota se-Riau.

“Kami tetap berharap, pelayanan KB agar tetap bisa berjalan. Namun kami juga tetap memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) COVID-19 dan jarak fisik (physical distancing), yang penting dilakukan untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona,” tukasnya. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *