Sosial  

MUI Riau Himbau Umat Islam Beribadah Dirumah Saja

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Prof DR M Nazir Karim menghimbau kepada umat Islam dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 2020 atau 1441 Hijriah agar umat Islam bergembira dalam menyambut bulan suci Ramadan tahun ini.

Jangan sampai karena adanya wabah virus Corona atau Covid-19 kita tidak bergembira dalam menyambut ramadhan.

Menurut Prof DR M Nazir Karim, Ramadan merupakan ladang untuk menuai pahala yang besar yang disediakan oleh Allah SWT, dengan segala keutamaan ramadhan itu, dimana bulan diturunkan Alqur’an, didalamnya ada Lailatulqadar, pahala- pahala dilipat gandakan oleh Allah dan merupakan bulan penuh rahmat, bulan yang nantinya kita dibebaskannya dari azab neraka.

“Jadi, jangan sampai umat Islam tidak menyambutnya dengan kegembiraan, meskipun kita saat ini tengah diberikan cobaan oleh Allah berupa wabah covid-19, tentunya semua harus kita sikapi, karena Allah juga memberikan agama-agama kita pedoman-pedoman dalam rangka kita menghadapi musibah, wabah atau penyakit semuanya ada pedoman,” ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk itu, ramadhan tahun ini kami menghimbau karena Riau tidak luput dari penyebaran wabah Covid-19 ini, makanya sesuai dengan fatwa MUI no 14 tahun 2020 tentunya itu harus menjadi rujukan kita sebagai umat Islam, maka MUI menghimbau kepada umat Islam untuk melaksanakan ibadah Ramadan penuh pada siang hari dan salat berjamaah bersama keluarga dirumah.

Tentu aktivitasnya akan lebih banyak dirumah. Dan ini lebih membantu mengurangi penyebaran Covid-19. Karena insya Allah kalau siang hari kita berpuasa dirumah, dan begitu juga pada malam hari biasa kita salat Isya berjamaah kemudian dilanjutkan dengan tarawih, dilanjutkan dengan tadarus di Masjid, maka tahun ini, MUI menghimbau untuk tidak melaksanakan salat Isya, tarawih berjamaah di Masjid.

“Maksudnya, memang tahun ini walapun orang mengatakan melengangkan Masjid, tetapi sesungguhnya maksudnya ialah, Allah memberikan kesempatan juga kepada kita, bahwa kita berpindah dari satu syariah Allah kepada syariahnya yang lain. Karena dalam Islam itu kan menghindari yang berbahaya untuk dari kita dan untuk orang banyak itu harus lebih didahulukan dari meraih kemaslahatan,” sebutnya.

“Makanya diminta untuk jamaah kita umat islam, agar mereka dapat melaksanakan ibadah itu dirumah masing-masing, bersama keluarga. Kemudian juga  diperbanyak lah amal-amal sosial di bulan ramadhan ini. Dan juga kita bisa berimfak dan bersedekah, kalau bagi yang sudah mampu berzakat harus bayarkan zakat. Tentunya imfak sedakah kita mungkin akan lebih banyak pahala pada bulan ramadhan ini, khususnya pula di musim wabah covid-19 ini. Dan bisa dimamfaatkan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan itu,” terangnya.

Ditambahkannya, ini adalah pelajaran besar bagi umat Islam untuk bagaimana suatu sisi tetap mereka mendapat nikmat Allah yang luar biasa, dan di sisi yang lain Allah memberikan cobaan, tentu untuk menjadi pelajaran yang hebat bagi kita dan untuk kita selalu merasa dekat dan dekat dengan Allah.

“Ibadah itu kan intinya untuk mendekatkan diri kita dengan Allah, dengan beribadah yang khusyuk insa Allah, Allah akan memberikan jalan dan kemudahan bagi kita. Yang penting hati kita tenang dan tentram, itulah yang kita harapkan dari himbauan ramadan ini sambil kita menghadapi wabah covid-19,” imbaunya.

Selain itu, kita juga banyak berdoa dan berzikir kepada Allah semoga wabah ini segera diangkat oleh Allah. Tetapi bagi daerah-daerah yang ditetapkan oleh pemerintahnya tidak ada penularan wabah covid-19, ya tidak apa-apa melaksanakan salat berjamaah di Masjid, tapi tetap juga kami imbau ketika melaksanakan salat berjamaah di Masjid tetap menjarakkan shaf nya dan sejadah itu harus dibawa sendiri dari rumah masing-masing.

“Begitu juga dalam melaksanakan wudhu bisa dilakukan dirumah terlebih dahulu agar menghindari kontak fisik dengan jamaah lain. Dan juga harus membawa hand sanitizer. Tetapi itu khusus bagi daerah yang dinyatakan oleh pemerintah daerahnya masing-masing tidak ada penyebaran covid. Tapi kalau memang dikhawatirkan adanya penyebaran wabah Covid-19, ya lebih baik kita beribadah dirumah saja,” pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh komisi Infokom MUI Riau, Dr H Idrus MA mengatakan agar anjuran pemerintah dan himbauan ulama bisa terlaksana apabila di dukung oleh mayarakat dan umatnya. Jadi, peran umarok dan ulama turut di tentukan oleh umat. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *