Gubernur DIY Putuskan Pemudik dari Zona Merah Dilarang Masuk

LAMANRIAU.COM, YOGYAKARTA  Gubernur Daerah Istimewa (DIY) Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X akhirnya memutuskan pemudik yang berasal dari wilayah zona merah Covid-19 dan wilayah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diminta untuk kembali dan tidak bisa masuk ke wilayah DIY.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Tavip Agus Rayanto membenarkan bahwa Gubernur DIY sudah memutuskan agar pemberlakuan larangan masuk bagi pemudik/pendatang dari zona merah, mulai diterapkan Minggu (27/4/2020).

“Keputusan ini baru saja disampaikan Gubernur DIY, dan berlaku mulai Minggu (26/4/2020) siang. Kabupaten/kota juga diwajibkan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan secaca ketat di jalur-jalur alternatif atau jalur tikus,” katanya Minggu (26/4/2020).

Tiga pos penjagaan utama, yakni di Temon, Kulonprogo, di Tempel Sleman dan Prambanan Sleman dilakukan screening kepada setiap orang yang melintas, jika diketahui merupakan warga Yogyakarta yang merantau di daerah zona merah, maka akan diminta kembali.

“Memang tidak semua yang melintas adalah pemudik, karena itu, pemeriksaannya akan dilakukan dengan wawancara dan penerapan protokol kesehatan yang juga ketat,” tegas Tavip.

Sementara itu diketahui, Pemda DIY pernah mengeluarkan peraturan bahwa pemudik yang sampai ke wilayah DIY, harus mau mengarantina diri selama 14 hari secara mandiri. Namun berdasar perkembangan situasi, Gubernur memutuskan untuk sama-sekali tidak memperbolehkan pemudik masuk.

“Perintah itu baru disampaikan Gubernur DIY agar para pemudik yang masuk ke wilayah DIY diminta untuk putar balik, makanya saya langsung perintah ke lapangan untuk melaksanakan kebijakan tersebut,” tegasnya.

Dikatakan Tavip, pemerintah pusat sudah memutuskan larangan mudik yang didukung dengan tidak beroperasinya moda transportasi udara, darat, dan laut. Jika tidak dipadukan dengan jalur darat yang masih bisa dilalui oleh pemudik berkendaraan pribadi, maka larangan mudik itu tetap memiliki celah.

“Mengingat bandara di Yogyakarta juga sudah ditutup, sehingga pintu darat juga sebaiknya mengikuti untuk ditutup dari pemudik meski pun sebenarnya sesuai dengan Permenhub hanya daerah menerapkan PSBB yang boleh menutup, tetapi Gubernur DIY berpendapat bahwa aturan bisa dianggap tidak konsisten, di Permenhub disebutkan yang belum PSBB enggak boleh melarang orang masuk, tetapi kenyataannya bandara di Yogya juga ditutup, jadi sesungguhnya sama saja,” katanya.

Menurutnya, daerah lain, seperti Jawa Timur sudah melakukan penutupan. Jika DIY tidak melakukan tindakan yang sama, dikhawatirkan DIY justru akan jadi pusat penularan corona. “Sehingga diputuskan bagi pemudik yang melintas di pintu masuk DIY akan diminta kembali,” ulang Tavip.

Meski begitu, Tavip melanjutkan, yang diminta putar balik tersebut hanya pemudik. Mengingat ada banyak warga DIY yang menggunakan kendaraan bernomor polisi luar DIY maka masih diperbolehkan untuk masuk.

Petugas di lapangan akan melakukan pengawasan lebih ketat dengan melihat barang bawaan kendaraan roda empat. Jika ada kendaraan yang membawa sejumlah barang layaknya pemudik tentu akan dipertimbangkan lebih lanjut untuk diminta putar balik. (BSC)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *