Hukrim  

Hendak Tangkap Ravio Patra, WN Belanda Halangi Polisi

Ravio Patra

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Kepolisian mengklaim aktivis Ravio Patra, sempat menolak bahkan melawan saat hendak ditangkap beberapa waktu lalu.

Tak hanya demikian, namun seorang warga negara Belanda berinisial RS juga sempat menghalang-halangi Polisi disaat hendak menangkap Ravio. Padahal, Polisi mengaku telah menunjukkan surat tugas saat hendak menangkap Ravio. Hal ini disampaikan Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto.

“RPA (Ravio Patra) berusaha memberontak dan meloncat ke dalam mobil. RPA berteriak, ‘Kalian tidak bisa menangkap saya di mobil diplomasi!” ujar Suyudi, Senin (27/4/2020).

Meski sempat melawan namun keduanya tetap dibawa ke Polda Metro Jaya. Polisi menyita 2 unit telepon genggam, 2 unit laptop, dan satu kartu identitas milik Ravio. Dirinya mengatakan polisi hanya memeriksa Ravio terkait dugaan penyebaran informasi yang bersifat provokasi.

Setelah 9 jam diperiksa Ravio dipulangkan dengan berstatus sebagai saksi kasus penyebaran informasi bersifat provokasi melalui aplikasi WhatsApp.

“RPA menjadi saksi karena tim penyidik masih memerlukan keterangan lain, di mana keterangan ini memerlukan hukum acara yang berbeda menyangkut pemeriksaan server dan sistem informasi yang tidak berada di Indonesia,” tutupnya. (ILC)

 

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *