Politikus PDIP Prihatin Masih Ada yang Nyinyir Melihat Jokowi Blusukan

Arteria Dahlan/NET

LAMANRIAU.COM, JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan, menyatakan dirinya merasa heran dan prihatin dengan adanya kelompok di media sosial yang tak suka dan terkesan nyinyir dengan kebiasaan blusukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu dikatakan Arteria setelah beredar kembali video di media sosial maupun sejumlah layanan percakapan sosial berisi blusukan Jokowi ketika membagi bantuan sosial (bansos) di tengah pandemi Covid-19.

“Saya pikir kebiasaan ‘blusukan’ Pak Jokowi dalam hal ini membagi-bagikan sembako ke rumah-rumah warga di Bogor seharusnya diapresiasi, bukan malah diberikan sentimen negatif. Ada pemimpin kerja benar kok malah ditafsirkan macam-macam,” kata Arteria, Jumat (1/5/2020).

Arteria mengatakan  sejarah hidup Jokowi menunjukkan bahwa kegiatan blusukannya bukanlah hal instan yang dilakukan saat pandemi Covid-19 saja. Sejak menjadi Wali Kota di Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjabat presiden, Jokowi sudah menjadikan blusukan sebagai kebiasaan.

Artinya, lanjut anggota Komisi III DPR itu, blusukan Jokowi bukan barang yang baru,  dan diketahui sebagai model kepemimpinannya yang suka datang langsung mengecek keadaan sekalian menyerap aspirasi. Itulah yang mayoritas masyarakat Indonesia melihat Jokowi sebagai pemimpin berbeda.

“Jadi ini bukan pencitraan, akan tetapi lebih pada gaya kepemimpinan Pak Jokowi. Tak ada relevansi maupun korelasinya dengan pemilu yang masih jauh dan beliau sudah ndak bisa nyalon presiden lagi,” kata Arteria.

Sebagai politikus PDIP, partai yang memiliki mazhab ‘menangis dan tertawa bersama rakyat’, Arteria mengatakan gaya kepemimpinan Jokowi itu adalah bagian dari perwujudannya. Jokowi tidak sekadar hadir, namun melihat langsung kondisi riil dan kebutuhan masyarakat.

“Sekaligus memastikan apakah program jaring pengaman sosial ini sudah benar-benar terlaksana secara tepat sasaran. Sehingga sekalipun ada kelurangsempurnaan akan segera dapat diperbaiki,” ujar Arteria.

Diyakini Arteria, blusukan yang dilakukan Presiden Jokowi akan memacu urat malu banyak pihak termasuk Pemerintah Daerah dan kementrian/lembaga terkait. Sehingga mereka akan terpacu untuk bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan publik secara paripurna.

“Makanya seharusnya Pak Jokowi diapresiasi, bukannya dinyiyiri,” ujar Arteria. (BSC)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *