Riau  

Dinilai Tidak Wajar, KIB Buat Laporan ke KASN Terkait Hasil Seleksi Jabatan di Pemprov Riau

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Riau akan mengirimkan surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) meminta penjelasan lembaga tersebut terkait hasil seleksi pejabat tinggi pratama di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Surat pengaduan ini telah disiapkan dan akan dimasukkan ke KASN di Jakarta pada Senin (18/5/2020). Demikian penjelasan Ketua KIB Riau, Haryadi, SE.

“Surat yang kami kirim ke KASN ini intinya terkait hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Riau yang telah diumukan oleh Pansel beberapa hari lalu. Kami mempertanyakan beberapa hal terkait seleksi tersebut,” kata Haryadi.

Sebelumnya KIB Riau menilai dari hasil seleksi yang telah diumumkan Panitia Seleksi pada 12 Mei 2020 tidak wajar. Dari 72 nama yang dinyatakan lulus pada tahap akhir dan direkomendasi ke Gubernur Riau untuk dipilih mengisi 12 jabatan kosong, tercatat satu nama lolos di dua OPD sekaligus.

“Dalam keputusan Pansel hasil akhir nomor 22/Pansel/JPTP/ 2020, dari 72 orang peserta yang akan diserahkan pansel ke PPK, sesuai data yang kami peroleh ada salah satu peserta atas nama Purnama Irwansyah diloloskan 2 jabatan yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan serta Dinas Pangan dan Tanaman Pangan, Hortikultura,” lanjut Haryadi.

Keputusan Pansel tidak sesuai asas keadilan, kepatutan dan kewajaran, dan kemudian diduga tidak sesuai dengan Permenpan RB Nomor 38 tahun 2017 pasal 11 ayat 2 tentang standar kompetensi teknis.

Sementara dalam ayat 1 hurup i angka 9 dinyatakan penetapan calon harus dilakukan konsisten dengan jabatan yang dipilih dan sesuai rekomendasi
Panitia Seleksi.

“Maka untuk itu kami meminta kepada KASN mengevaluasi keputusan Pansel hasil akhir seleksi jabatan pimpinan tinggi Pratama Pemprov Riau tahun 2020, untuk atas nama calon peserta Purnama Irwansyah,” tambahnya.

Apakah keputusan itu diperbolehkan secara aturan perundangan-undangan. KASN diminta menggunakan kewenangan mengawasi setiap tahapan proses pengisian jabatan pimpinan tinggi mulai dari pembentukan panitia seleksi instansi, pengumuman lowongan, pelaksanaan seleksi, pengusulan nama calon, penetapan, dan pelantikan.

Sesuai tahapan, seleksi jabatan pimpinan tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau telah dimulai pada 23 Maret 2020. Assesment 12 jabatan eselon II itu diikuti sedikitnya 121 peserta.

Setelah melewati beberapa tahap yakni seleksi administrasi dan kesehatan, seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural, serta seleksi kompetensi teknis/bidang dengan metode penulisan makalah, presentasi dan wawancara akhir. Hanya 72 orang dinyatakan lulus. Masing-masing ditunjuk tiga nama diusulkan untuk dipilih pada setiap instansi kosong tersebut. ***

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *