Sekolah Dimulai Juli, 2.000 Guru di Bukittinggi Tes Swab

Ramlan Nurmatias

LAMANRIAU.COM, BUKITTINGGI – Proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka akan dilaksanakan kembali di Kota Bukittinggi. Rencananya, PBM tatap muka ini akan dimulai pada bulan Juli mendatang.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menjelaskan, PBM akan dimulai kembali dengan beberapa aturan ketat. Untuk Pendidikan Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) kelas 1 dan kelas 2, masih belajar di rumah.

“Untuk SD kelas 3 sampai kelas 6, SMP kelas 7 sampai kelas 9, akan kita coba mulai pada Juli mendatang. PAUD, TK, SD kelas 1 dan 2, masih belajar di rumah dulu,” kata Ramlan, Rabu (3/6/2020).

Ia menegaskan, selama Juni, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bukittinggi akan melakukan persiapan dan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah dan guru.

“Sebelum Juli nanti, kita rencanakan seluruh guru, lebih kurang 2.000 orang akan di-swab. Proses belajar mengajar kita batasi dan bagi menjadi dua sif, pagi dan siang. Setiap sif, pelajar akan menjalani PBM selama 3,5 jam saja. Komunikasi antara orang tua dan guru ditingkatkan,” ungkap Ramlan.

Walaupun diberikan kelonggaran, tetapi Ramlan menegaskan, standar penanganan Covid-19 tetap dilaksanakan. Seperti tetap wajib memakai masker dan rajin mencuci tangan. Pemko Bukittinggi pun akan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh sekolah.

“Tidak ada salam cium tangan, orang tua mengantar sampai pintu sekolah. Setelah jam sekolah berakhir selama 3,5 jam, pelajar diminta langsung pulang ke rumah. Kita susun dulu rencananya seperti itu dan akan kita evaluasi.” (PKC)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *