Warga Desa di Tapanuli Utara Dihantui Makhluk Misterius Penghisap Darah Ternak

LAMANRIAU.COM, MEDAN  Ratusan ternak warga di Dusun Pargompulan, Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) mati mendadak dalam tiga hari terakhir.

Akibat kejadian ini, masyarakat setempat bukan saja mengakami kerugian, melainkan ketakutan keluar malam. Pasalnya, warga menduga babi, ayam dan bebek yang mereka pelihara mati mendadak karena dimangsa makhluk misterius.

Bahkan Bupati Taput, Nikson Nababan mengatakan, warga yang berhasil menangkap makhluk misterius dalam keadaan hidup maupun sudah mati, akan diberikan imbalan sebesar Rp 10 juta.

“Kejadian ini sangat aneh, sebab makhluk pemangsa itu tidak memakan daging hewan yang dimangsa. Makhluk itu hanya menghisap darah hewan ternak milik masuarakat,” ujar Nikson Nababan, Minggu (21/6/2020).

“Hadiah ini juga berlaku bagi kelompok yang berhasil menangkap hewan pemamgsa ternak milik masyarakat. Jadi tidak hanya kepada perorangan tapi juga berlaku kepada warga yang berburu secara berkelompok,” katanya

Kematian ternak itu terjadi pada malam hari. Kepala Desa Pohan Tonga, Walben Siahaan menyampaikan, peristiwa aneh atas matinya ratusan ekor ternak milik masyarakat, sudah tiga hari terjadi. Anehnya, hewan aneh itu tidak memakan ternak masyarakat.

“Makhluk aneh itu muncul lewat tengah malam. Pagi harinya, ternak masyarakat sudah pada mati dalam kondisi bekas gigitan. Namun, daging hewan ternak kami dalam keadaan masih utuh,” katanya.

Menurutnya, kejadian ini membuat masyarakat mengalami kerugian yang sangat besar. Masyarakat secara berkelompok dan bergantian sudah mengintai makhluk yang diyakini berupa hewan buas yang menghisap darah hewan.

“Tidak ada korban manusia namun warga juga tidak berani keluar malam akibat kejadian ini. Masyarakat, kecuali yang ronda, bertahan di rumah pada malam hari karena takut menjadi korban,” jelasnya.

Saut Simanjuntak, salah seorang warga yang menjadi korban menyampaikan, lebih dari 200 ekor ayam, serta bebek miliknya, mati.

“Saya heran karena bukan daging hewan yang dimakan. Sepertinya, hewan itu hanya menghisap darah. Ternak milik warga lainnya juga pada mati,” ungkapnya.

Setelah kejadian tersebut, sambung Saut Simanjuntak, warga secara bergantin melakukan ronda malam.

“Ada beberapa orang warga yang sempat melihat kedatangan hewan misterius itu. Bentuk tubuhnya besar dan berbulu  melebihi orangutan,” sebutnya. (BSC)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *