Hukrim  

Spesialis Ngutil di Mini Market, IRT Ini Ditangkap Polsek Tampan

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Polsek Tampan berhasil menangkap pelaku spesialis ngutil di minimarket, seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di Jalan Cipta Karya, Tampan, Kota Pekanbaru.

“Tersangka DS ini merupakan spesialis ngutil di Indomaret dan Alfamart,” ungkap Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita,  Rabu 2 September 2020.

Aksi ngutil yang dilakukan DS alias Dewi (34) ini terjadi di minimarket Indomaret di Jalan SM Amin, Tampan. Tersangka mengambil barang-barang kebutuhan seperti susu kemasan, kopi, kecap, sabun cair dan lainnya.

Barang hasil curian itu kemudian dijual oleh tersangka kepada tetangganya dengan harga yang lebih murah. Ibu 2 anak itu mengaku terpaksa mencuri untuk membayar hutang.

Tersangka saat itu kedapatan mencuri beberapa bungkus kecap dan sabun cair. “Karyawan minimarket sudah mencurigai tersangka, karena sebelumnya toko pernah menjadi korban pencurian dengan ciri-ciri pelaku sama dengan yang terekam kamera CCTV,” sebut Ambarita.

Kecurigaan karyawan pun terbukti setelah menggeledah tas yang dibawa tersangka. Saat itulah ditemukan barang hasil curian dan tersangka langsung diamankan.

Setelah itu tersangka diserahkan ke Polsek Tampan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka ini sudah dua suami. Jadi pada suami pertama dia mengaku ada utang sekitar Rp8 juta yang harus dibayar,” sebut Ambarita.

Tersangka, lanjut dia, sebelumnya bekerja sebagai cleaning service di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, namun diberhentikan karena pengurangan tenaga kerja akibat Covid-19. Karena tidak ada pekerjaan untuk bayar hutang, tersangka nekat mencuri di minimarket.

Ambarita mengungkapkan, sepekan yang lalu tersangka ditangkap Polsek Siak Hulu di Kabupaten Kampar dengan kasus yang sama.

“Empat bulan sebelumnya ditangkap Polsek Bukit Raya di Pekanbaru. Yang bersangkutan juga ngutil. Tetapi tersangka diberikan restorasi justice, karena kerugian tidak lebih Rp2 juta. Kalau aksi sekarang, barang buktinya banyak. Kerugian Rp5 juta,” kata Ambatita. (KPC)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *