Puisi-puisi Terjemahan Victor Hugo

victor hugo

Ketika Dua Hati Penuh Kasih Perlahan Menua:

Ketika dua hati penuh kasih asmara perlahan menua
Oh! betapa kebahagiaan telah terkumpul begitu mesra!
Cinta! Ô ikatan jiwa murni ! Ô selaput dara !
Menyimpan sinarnya bahkan saat kehilangan apinya.
Kedua hati yang pernah ia renggut telah menjadi satu.
Membuat kenangan kebersamaan tentang masa lalu,
Ketidakmungkinan melanjutkan hidup tanpa belahan jiwa.
– Bukankah begitu sayangku? Hidup ini milik kita!
Kedamaian malam dengan pancaran sinar siang,
Dan menjadi persahabatan, menyisakan rasa sayang.

Dari Kumpulan Puisi Sajak-Sajak Liris, 1888-1893 | victor hugo

Lenganku Menekan Lembut Pinggangmu

Lenganku menekan lembut pinggangmu …
Dan perlahan seperti buluh merayap;
Dadamu berdenyut lembut bagai sayap
Burung belia.

Kita merenung, lama berdiam,
Pada langit tempat hari padam.
Apa yang terjadi dalam jiwa kita?
Cinta! Hanya Cinta!

Bagai malaikat membuka cadar, kau datang
Memandang, dalam gelap malamku
Dengan tatapan segemerlap bintang,
Yang menyilaukanku.

Dari Kumpulan Puisi Kontemplasi, 1856 | victor hugo

Kepada Jemawa Kecantikan

Cinta, kepanikan
Alasan-alasan,
Berkomunikasi
Melalui sensasi.
Izinkan aku berkata,
Jangan berikan apa-apa.
Jika napasku tertahan,
Bernyanyilah, teruskan.
Jika menetap aku,
Sedih, di kakimu,
Dan, jika aku meratap pilu,
Biarkan, tertawalah kau.
Seorang pria kelihatan
Seringkali menyesatkan.
Tapi bila aku mulai bergetar,
Cantik, bersiaplah untuk gentar.

Dari Kumpulan Puisi Lagu-lagu dari Jalanan dan Hutan, 1865 | victor hugo

Kepada Jeanne:

Tempat-tempat murni ini; kau sempurnakan.
Hutan ini, jauh dari jalan-jalan setapak,
Telah melahirkan warna-warna semarak,
Dengan semua kebajikanmu, Jeanne.

Muda usiamu tergurat bagai fajar;
Jeanne, ada tempat di bawah cakrawala
Tak tahu daerah manis mana, memancar
Dipenuhi hati mulia dengan segala pesona.

Semua lembah di sini adalah sebuah pesta
Yang menawarkanmu kebahagiaan sederhana
Sebuah lingkaran suci mengitari kepalamu;
Sebuah surga demi penghormatan padamu.

Semua yang kau dekati menginginkan
Ditatap, dipandang dipuja olehmu
Ketahuilah bahwa lagumu, tawamu,
Keningmu, adalah teguhnya keyakinan.

Ô Jeanne, kelembutanmu begitu
Berkeliaran di hutan penuh karunia,
Semua berdiri tegak di depanmu
Kepala-kepala kecil dari sarangnya.

Dari Kumpulan Puisi Lagu-lagu dari Jalanan dan Hutan, 1865 | victor hugo

 

Kau melihatku baik lembut dan menawan:

Kau melihatku baik, lembut, dan menawan, ô keindahanku;
Segala sifat sikap burukku tak pernah tertuju padamu;
Semuanya begitu sederhana. Cinta, menjadi cahaya,
Mengubah gua menjadi kuil, gubuk menjadi istana,
Ronce-ronce bunga jepun dan manusia setengah dewa.
Seperti aku, bermimpi besar dan tak terlalu berharga,
Kekuranganku tak membuatmu muak hingga mulutmu
Menolak ciumanku, ô ketampananku yang garang,
Dan itu cukup bagiku di bawah langit berbintang.
Seperti Pétrarca Laura1 dan seperti Horace Églé2 jua
Aku mencintamu. Tanpa cinta, manusia hampir tak ada.
Ah, aku lupa, demi bersimpuh di kakimu, perang dan negara
Dan aku tidak lebih dari seorang pemimpi yang putus asa.

Dari Kumpulan Puisi Sajak-sajak Samudera, 1826-1884 | victor hugo

Catatan:
Pétrarca Laura1: Francesco Pétrarca adalah penyair Italia yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Laura de Noves yang telah menikah. Cinta Pétrarca kepada Laura bersifat platonik.

Horace Églé2: Horace adalah penyair latin masa 65 – 8 Sebelum Masehi yang sering membuat sajak berdasarkan mitologi Yunani. Salah satunya adalah Eglé yang merupakan satu dari tiga putri Hesperides atau para nimfa yang suka bernyanyi.

VICTOR HUGO lahir di Besançon tanggal 26 Februari 1802 dan meninggal di Paris pada 22 Mei 1885. Ia adalah penyair, penulis naskah drama, dan novelis; dianggap sebagai salah satu penulis romantisisme terpenting dalam sejarah sastra Prancis Abad 19. Karya-karyanya masih terus diperbincangkan dan dianalisa hingga sekarang. Puisi-puisi diterjemahkan oleh Naning Scheid, seorang Indonesia asal Semarang, tinggal di Brussel – Belgia sej.

Baca : Puisi-puisi Karya A Warits Rovi

*** Laman Puisi terbit setiap hari Minggu. Secara bergantian menaikkan puisi terjemahan, puisi kontemporer nusantara, puisi klasik, dan kembali ke puisi kontemporer dunia Melayu. Silakan mengirim puisi pribadi, serta puisi terjemahan dan klasik dengan menuliskan sumbernya ke email: [email protected] [redaksi]

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *