LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Tim Caretaker yang dibentuk dan diberi wewenang oleh BPP HIPMI untuk menyelenggarakan Musdalub BPD HIPMI Riau, yang diketuai oleh Harmen Saputra, Ketua Bidang X BPP HIPMI, berhasil mengumpulkan Rp 450 juta dari Bakal Calon Ketua Umum.
Pria yang saat ini menjadi orang nomor satu di BPD HIPMI Riau, mengatakan bahwa uang yang digunakan untuk pelaksanaan Musdalub hanya sebesar Rp 150 juta. Yaitu uang pengambilan formulir yang dihargai Rp 50 jt untuk 1 bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran.
Jika saat diverifikasi oleh SC ternyata tidak lengkap atau tak memenuhi persyaratan, maka uang tersebut akan hangus. Hal ini berbeda dengan yang disebutkan dalam Peraturan Organisasi (PO) HIPMI Nomor 03/PO/HIPMI/II/2021 Pasal 17 ayat f.
Sementara bagi yang lengkap dan memenuhi persyaratan harus membayar lagi sebesar Rp 150 juta. Karena hanya 2 nama yang ditetapkan sebagai Caketum oleh SC, maka total uang diterima panitia adalah Rp 300 juta. Dan itu disetor ke BPP HIPMI.
Begitu penjelasan yang diterima Balontum dari perpanjangan tangan BPP HIPMI di Provinsi Riau. ‘Dari uang yang berhasil dikumpulkan tersebut harusnya sudah bisa melaksanakan Musdalub dengan baik,” kata salah seorang pengurus BPD HIPMI Riau 2017-2021, Bukhori.
Namun, ujar Bukhori, ketika dimulainya pelaksanaan persidangan Musdalub HIPMI Riau pada Kamis 25 September 2021 di Hotel Premiere Pekanbaru, ada keributan dan kejanggalan-kejanggalan yang membuat persidangan tersebut deadlock, dibubarkan oleh Kapolsek setempat.
“Kejadian kemaren itu membuat ragu kader HIPMI Riau bahwa Musdalub ini bisa menghasilkan produk yang kuat legitimasinya. Sehingga bisa semakin panjang perjalanan HIPMI Riau untuk menghasilkan kepengurusan yang legitimate dan definitif,” katanya.
Bukhori menilai kader-kader HIPMI Riau akan dirugikan dari permasalahan ini. Apalagi para Caketum yang telah menjalani proses Musdalub BPD HIPMI Riau.
“Banyak kader HIPMI Riau mendesak pelaksanaan Musdalub sesuai aturan yang berlaku. Bukan berdasarkan suka atau tidak suka. Bukan berdasarkan arahan dan keberpihakan. Ini adalah jalan keluar yang tepat bagi organisasi HIPMI yang kita cintai ini,” harapnya.
Bukhori mengatakan, HIPMI adalah persahabatan, persaudaraan. Jangan ada yang tersakiti. “Ikuti saja aturan yang berlaku di HIPMI, pasti semua bisa terima,” pungkasnya. ***






