Kualifikasi Piala Asia 2022; Pemain Yordania Ketakutan dengan Lemparan Jauh Pratama Arhan

Lemparan jauh Prataman Arhan jadi momok menakutkan pemain Yordania (net)

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Ada yang menarik dari pertandingan Indonesia melawan Yordania, Minggu dinihari WIB. Walau Indonesia kalah tipis 0-1, namun para pemain Yordania ternyata ketakutan juga dengan lemparan jauh Pratama Arhan.

Pemain Tokyo Verdi ini beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk melakukan lemparan jarak jauh. Dua di antaranya bahkan sempat bikin pemain-pemain Yordania panik.

Momen pertama terjadi jelang babak pertama berakhir. Arhan melakukan lemparan ke dalam jarak jauh yang nyaris saja membobol gawang Yordania.

Arah lemparan Arhan sudah tepat mengarah ke gawang dan mengecoh kiper Yazeed Abulaila. Namun bola yang sedikit lagi masuk ke gawang bisa disapu oleh pemain belakang Yordania sehingga gawang Abulaila aman dari kebobolan.

Di awal babak kedua teror kembali diberikan Arhan lewat spesialisasi tembakan jarak jauh.
Hanya saja bola yang meluncur deras ke tengah gawang itu masih bisa ditinju oleh Abulaila. Bola kemudian membentur mistar gawang The Chivalrous dan gagal berbuah gol penyama kedudukan.

Pasca dua kejadian itu, para pemaina Yordania tidak lagi membiarkan Arhan melempar bola dengan bebas. Mereka berdiri di depan Arhan untuk mengganggu konsentrasi Pratama Arhan.

Langkah yang dilakukan pemain Yordania ternyata efektif. Wing back kiri Indonesia ini tidak bisa bebas melempar bola ke tiang gawang Yordania.

Andai lemparan itu berbuah gol, Arhan bakal membayar lunas kesalahannya di awal babak kedua. Mantan pemain PSIS Semarang itu luput mengawal Mousa Suleiman yang kemudian dengan mudah memberikan umpan ke arah Yazan Abdallah dan tanpa kesulitan berarti mencetak gol ke gawang kosong.

Lemparan jauh Arhan ini tentu bisa menjadi senjata buat Timnas Indonesia di laga berikutnya kontra Nepal, 14 Juni mendatang. Arhan pun diharapkan bisa fit di laga tersebut karena ditarik keluar karena mengalami cedera pada babak kedua melawan Yordania dan posisinya digantikan oleh Alfeandra Dewangga.

Editor: Deandra

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.