Hukum  

Isu LGBT Warnai Kasus Brigadir J

LAMANRIAU.COM, JAKARTA- Penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J masih terus berlanjut, hingga kini penyidik masih tertutup tentang motif pembunuhan tersebut. Sehingga spekulasi berbagai isu ikut mewarnai tentang motif kasus pembunuhan tersebut. Mulai dari isu bandar judi online, perselingkuhan, cinta segitiga hingga yang terbaru isu   Leabian Gay Biseksual dan Trangender (LGBT).

Isu LGBT tersebut semakin kencang berembus sejak Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J.

Salah satu penyebab masyarakat semakin yakin akan adanya isu LGBT dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo adalah karena pihak kepolisian terkesan menutupi motif pembunuhan tersebut ke publik.

Kabareskrim Polri Agus Andrianto menyebutkan bahwa motif pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo hanya akan menjadi konsumsi penyidik.

Sementara itu, pernyataan Deolipa Yumara terkait isu Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) dalam pusaran kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat membuat kasus ini semakin runyam.

Deolipa Yumara merupakan pengacara kedua yang ditunjuk Bareskrim Polri membela Bharada E atau Bharada Richard Eliezer.

Hanya saja, kuasa hukum Deolipa Yumara hanya aktif dalam kurun waktu kurang dari sepekan yakni Sabtu 6 Agustus hingga 10 Agustus 2022.

Deolipa Yumara menyinggung soal kecemburuan sesama jenis pria dan pria.

Jawaban Deolipa yang menyinggung soal LGBT itu lalu dikutip dan disebar melalui TikTok @holtemontea84.Publik lantas menyimpulkan dugaan motif kecemburuan LGBT dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

“In saya kasih kode ke masyarakat Indonesia, ini ada peristiwa yang sensitif, tanggal 7 sore itu ada peristiwa yang sensitif, karena ini publik yah saya nggak akan bicara, seperti kata Mahfud, pak Mahfud bilang apa itu, hanya dikonsumsi orang dewasa,” kata Deolipa, mengutip wawancara TV One dari Youtube Pintu Merdeka, Minggu 14 Agustus 2022.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan Youtube TV One berjudul ‘Motif Pembunuhan Brigadir J’, Deolipa Yumara mengkritisi pencabutan surat kuasa yang didapatnya dari Bharada E.

Menurut Deolipa, surat tersebut tidak sah karena dia dan kliennya belum bertemu kemudian ada kode yang mereka sepakati sehingga pengacara gondrong itu merasa Bharada E menandatangani surat dalam keadaan tertekan.

“Pencabutan hukum yang benar klien dan kuasa hukum harus ketemu. Tanpa bertemu dianggap kuasa jalan terus. jadi kita harus ketemu, apalagi dalam surat kuasa ada yang namanya retensi, surat kuasa dokumen, serah terima perasaan, untung saja saya sama dia bukan LGBT tidak jatuh cinta cowok sama cowok makanya saya tidak jatuh cinta sama si Bharada E,” kata Deolipa, dikutip Teras Gorontalo dari Berita Subangdengan judul Kisah Jijik Versi Mahfud MD Tekuak, Bumbu LGBT Hiasi Pembunuhan Berencana Brigadir J. 

Seperti diketahui motif pembunuhan Brigadir J yang tidak diungkap Polri membuat publik bertanya-tanya.

Alhasil, publik menerka dari isu yang berkembang, mulai dari bandar judi online, perselingkuhan, cinta segitiga hingga yang terbaru isu LGBT.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier, Mahfud MD menyebit pemicu pembunuhan Brigadir Yosua mengerikan dan menjijikan.

“Cerita laporan pemeriksaan itu mengerikan, mengerikan campur menjijikan juga makanya saya bilang sensitif,” kata Mahfud MD.***

Editor: Zulfilmani/sumber terasgorontalo.com

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *