Nekad Lawan Intel Brimob, Begal Bercelurit Dihadiahi Timah Panas

LAMANRIAU.COM, BOGOR- luar biasa,  kejahatan para begal memang tidak bisa ditolerir lagi. Jangankan masyarakat biasa, aparat bersenjatapun tak segan-segan mereka sikat.

Seperti kejadian di Bogor Sabtu, 15 Oktober 2022 malam, seorang anggota Brimob berusaha menghentikan tiga remaja bercelurit lantaran dianggap meresahkan warga sekitar. Anggota itu pun mengaku sempat diberitahu warga bahwa ketiganya diduga melakukan begal.

“Masyarakat tadi teriak, ‘Pak, Pak ada begal, ada begal’. Akhirnya anggota kami berhenti di situ. Saya tanya anggota saya, ‘Kenapa kamu kejar?; Anggota saya jawab, ‘Mohon izin jangan sampai mereka punya misi di lokasi itu gagal dan mereka begal di tempat lain’. Akhirnya dikejar anggota kami,” kata kata Komandan Resimen II Pelopor Kedung Halang, Kombes Pol Yustanto Mujiarso, di Mapolresta Bogor Kota, Minggu 16 Oktober 2022 seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Sementara itu, Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan menjelaskan bahwa penembakan itu berawal ketika ada tiga remaja yang sedang berkeliling menggunakan satu motor di kawasan Ciparigi. Ketiganya berkeliling sambil mengacungkan celurit sehingga sempat diteriaki begal oleh warga

Di saat yang bersamaan, lanjut Ferdy, ada anggota Brimob yang melintas dan berpapasan dengan ketiga remaja bercelurit itu.

Dua dari tiga remaja itu turun dari motor dan mengancam anggota Brimob itu dengan celurit, alih-alih menyerahkan diri. Karena mendapat ancaman, anggota Brimob itu memberikan tembakan peringatan.

Anggota Brimob yang menembak tiga remaja bercelurit di Bogor, Jawa Barat, disebut merupakan anggota intel di kesatuannya. Adapun senjata yang digunakan berjenis HS-9.

Anggota Brimob itu sudah melaporkan diri ke Provos terkait kejadian tersebut. Yustanto mengatakan anggota Brimob itu sudah memberikan peringatan ketika tiga remaja itu menghampirinya sambil mengacungkan celurit.

“Tadi saya sudah tanya langsung yang bersangkutan (anggota Brimob) kemudian ada Wakapolres, jam 07.00 WIB pagi, yang bersangkutan sudah melaporkan ke Provos,” ujarnya.

“Anggota sudah memberi peringatan, ‘Hei kamu ngapain?’ kemudian yang korban ini (diduga begal) mendatangi anggota tersebut dengan mengacungkan clurit,” jelasnya.

Karena merasa terancam, kata Yustanto, anggota Brimob itu memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali.

“Dikasih tembakan peringatan sekali (tembakan peringatan ketiga) tidak mau berhenti. Dan, ditembak lagi bagian kaki. Cuma, karena sasaran bergerak, akhirnya kena bagian pinggang tembus ke perut,” ungkap Yustanto.

Editor Zulfilmani/ Penulis: Amrin Hakim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *