Revolusi Laboratorium ke Virtual Lab, Berbekal Ilmu Filsafat Pendidikan Biologi Bukan Sebuah Masalah Besar

Sampul buku "Filsafat Pendidikan Biologi : Dasar Filosofis karya Prof Dr Fidaus L.N.

Oleh: Rizky Nanda Kurnia Ilahi
(Mahasiswa Program Magister Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Riau)

Resensi Buku
Judul : Filsafat Pendidikan Biologi : Dasar Filosofis, Epistemologis, dan Aplikatif dalam Pendidikan Biologi
Penulis : L.N. Firdaus
Penerbit : Deepublish (CV. Budi Utama)
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 96 Halaman

BUKU Filsafat Pendidikan Biologi karya L.N. Firdaus merupakan sebuah buku yang mampu menghantarkan pembacanya untuk merefleksi hakikat pendidikan biologi. Melalui buku ini guru biologi khususnya diajak untuk memiliki cara berpikir yang filosofis, visioner dan adaptif dalam menjawab lajunya arus perkembangan teknologi yang berdampak ke segala macam bidang termasuk pendidikan.

Menyikapi hal ini sebagai guru kita juga harus memiliki growth mindset dalam cara merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran biologi baik dari segi pendekatan pembelajaran, model pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran, taktik dan kiat. Dengan membaca buku ini pembaca diajak untuk merenungkan bahwa kegiatan pembelajaran tidak hanya menekankan pada “dari sesuatu yang belum tahu menjadi tahu”, namun lebih mendalam lagi dari sesuatu yang sudah tahu tersebut tetap ingin merasa tahu lebih banyak sehingga tetap berproses dan belajar lagi.

Sebagai seorang guru mengajar bukan membuat kita berhenti belajar, didalm buku ini penulis mengajak pembaca untuk belajar dan mengikuti perkembangan ilmu khususnya biologi, bagaimana kita menyikapi perkembangan ilmu biologi di era 5.0 namun tetap memiliki kebijaksanaan dalam menyikapi perkembangan tersebut.

Penulis menguraikan bahwa terdapat tiga landasan utama filsafat pendidikan biologi, yakni ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga landasan ini merupakn bekal yang akan menutrisi guru biologi dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning yang sedang digaungkan oleh pemerintah dalam menjawab tantangan perkembangan zaman dibidang pendidikan.

Bagaimana guru biologi bukan hanya menjelaskan materi namun lebih kepada konsep pembelajaran biologi yang lebih kontekstual, bukan hanya mengajak siswa melakukan eksperimen dan observasi namun lebih kepada memaknai apa yang telah dilakukan, menganalisis hasil eksperimen dan observasi, bahkan mengkritisi hasil analisis, sehingga guru mampu menghantarkan siswa untuk menjawab tantangan abad 21 yakni mampu berpikir kritis.

Dengan menerapkan pembelajaran biologi yang berbasis pada landasan ontologi, epistemologi, dan aksiologi, Deep Learning bukan lagi suatu masalah besar untuk diterapkan di kelas bagi guru biologi. Dalam salah satu bagian buku ini penulis mengungkapkan “Pendekatan pembelajran biologi berbasis isu bioetika dan lingkungan bukan hanya menjawab tantangan kurikulum kontemporer, tetapi juga mewujudkan pendidikan yang berakar pada filsafat ilmu dan nilai-nilai kemanusian. Melalui pembelajaran ini, peserta didik tidak hanya menjadi tahu, tetapi juga menjadi bijak dalam bersikap dan bertindak sebagai ilmuwan dan warga dunia yang bertanggung jawab” – L.N Firdaus.

Kutipan ini menggambarkan persfektif penulis tentang pembelajaran biologi yang tidak hanya dipandang sebagai aktivitas pedagogis yang hanya berorientasi pada transfer ilmu semata, melainkan sebagai proses pembentukan character of wisdom, yakni karakter kebijaksanaan ilmiah dalam memaknai hakikat kehidupan.

Guru biologi diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai isu kontemporer seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan problematika bioetika ke dalam konteks pembelajaran, sehingga peserta didik dapat memahaminya secara kontekstual dan mendalam, tentunya hal ini bukan hanya menjawab tantangan terkait penerapan pendektan Deep Learning namun juga mampu menyulam satu persatu hingga menjadi sebuah tenunan kebijaksanaan saintis dimasa yang akan datang.

Kekuatan utama buku ini terletak pada konten didalam buku ini yang mampu menjembatani antara filsafat dan bagaimana seharusnya menjadi seorang guru biologi. Penulis menyajikan gagasan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan mudah dipahami oleh pembaca. Penulis menghadirkan perspektif yang menempatkan biologi dan nilai moral menjadi satu hal yang sejalan, menjadikan biologi bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga menuntun pada pengaplikasiaannya dalam kebijaksanaan dalam menyikapi perkembangan keilmuan biologi disegala bidang.

Buku ini menginspirasi pendidik untuk berpikir reflektif, agar proses belajar biologi menjadi proses yang mampu menanamkan kesadaran peserta didik akan tanggung jawabnya terhadap kehidupan. Namun demikian, penggunaan istilah-istilah filosofis yang cukup padat bisa menjadi tantangan bagi pembaca pemula. Meski begitu, bahasa yang digunakan oleh penulis tetap berusaha menjaga keseimbangan antara kedalaman konsep dan keterjangkauan makna, dalam hal ini penulis membantu pembaca untuk memahami istilah baru bagi pembaca pemula dengan menyertakan penjelasan makna dari setiap istilah yang mungkin kurang familiar bagi sebagian orang dengan menuliskan makna kata didalam tanda kurung setelah kata tersebut, agar makna kata dapat dipahami dan tidak menjadi ambigu bagi pembaca sehingga pesan moral dalam buku ini dapat dipahami. Secara keseluruhan, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti yang ingin memperdalam fondasi filosofis pendidikan biologi.

Penulis tidak hanya menawarkan konsep, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hakikat ilmu dan tujuan pendidikan. Buku ini memperkaya pandangan bahwa sains tanpa nilai hanyalah alat, sedangkan sains dengan nilai menjadi sumber kebijaksanaan. Sebagaimana makna dari filsafat sendiri yakni cinta akan kebijaksanaan. ***

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews