LAMANRIAU.COM, TELUKKUANTAN – Para pengurus Koperasi Desa Koperasi Merah Putih (KDKMP) Sekabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), terutama ketua dan bendahara, akan diberi pelatihan.
Pelatihan yang rencananya akan digelar pada akhir November ini diberikan dalam rangka penguatan kelembagaan Koperasi Desa Koperasi Merah Putih, pembangunan fisik gerai, dan juga perkantorannya.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Koperasi UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kabupaten Kuansing, Masnur Judin, kepada LamanRiau.com, Kamis, 13 November 2025 di ruang kerjanya.
Dikatakan, para pengurus, terutama untuk ketua dan bendahara akan diberi pelatihan sehingga mereka memahami konsep-konsep dasar dari koperasi.
“Kalau mereka sudah dibekali nanti tentu diharapkan mereka lebih mudah dalam menjalankan organisasi koperasi,” ujar Masnur.
Masnur menjelaskan, organisasi koperasi ini boleh dikatakan organisasinya khusus. Memang basic-nya adalah ekonomi, tapi ekonomi kerakyatannya itu sudah diatur sedemikian rupa dalam aturan-aturan koperasi yang ada di Indonesia.
“Contohnya undang-undang nomor 25/1992. Di situ nanti dasarnya pengurus itu diberikan pemahaman terhadap itu,” ujar Masnur.
Untuk kegiatan pelatihan ini, kata Masnur, sebagai penyedia dananya adalah Dinas Koperasi Provinsi Riau melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Artinya dinas koperasi provinsilah yang punya uang.
Kemudian untuk pelaksanaan di kabupaten/kota, dinas koperasi provinsi minta bantuan kepada dinas koperasi di masing-masing kabupaten/kota, termasuk di Kuansing.
“Jadi nanti mereka akan minta bantuan, misalnya mencari tempat, mencari instruktur, kemudian memfasilitasi hal-hal yang lainnya, itu full kita bantu. Tapi untuk pendanaan itu dari mereka, dengan mekanisme pembayaran dari mereka,” jelas Masnur didampingi Sekretaris Dinas Alpian dan Kabid Koperasi UMKM Endripon.
Untuk kegiatan pelatihan ini, lanjut Masnur, karena Kuansing punya sebanyak 229 Koperasi Desa Koperasi Merah Putih, itu direncanakan pelatihan untuk dua orang pengurus yakni ketua dan bendahara.
“Jadi jumlah pesertanya itu 458 orang yang akan kita latih,” ujarnya.
Mengingat para pengurus koperasi merah putih ini tersebar di wilayah Kabupaten Kuansing, Masnur mengatakan kegiatan pelatihan itu nantinya akan dibagi di beberapa titik. Misalnya dibagi menjadi empat titik, masing-masing titik akan digabung beberapa kecamatan yang lokasinya berdekatan.
“Jadi, tempat pelatihan itu didekatkan ke desa-desa, sehingga nanti tidak merepotkan pengurus yang akan kita latih,” ujarnya.
Pelatihan tersebut, menurut Masnur, akan berlangsung selama tiga hari. Dengan materi-materi bahan ajaran yang sudah ditetapkan. Tinggal nanti pihaknya menyesuaikan dengan para instruktur yang akan memberikan pelatihan.
Disinggung soal tenaga instruktur, Masnur mengatakan saat ini pihaknya berusaha untuk mengisi itu, karena setelah ia telusuri, ternyata masih ada beberapa tokoh-tokoh koperasi yang ada di Kuansing yang menurutnya bisa diberdayakan kembali. Ditambah dengan tenaga pengajar dari Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks). Termasuk juga dari Dinas Kopdagrin Kuansing sendiri, serta dari badan pelatihan koperasi.
“Jadi memang sekarang kami dengan Pak Sek, Pak Kabid, sedang merancang itu, merancang modelnya. Kemudian menetapkan jadwal-jadwal, karena memang sudah diminta oleh provinsi. Mungkin dalam satu dua hari ini itu sudah selesai,” ulasnya. ***(shr)






