Hore, Sejumlah Sekolah di Kuansing Sudah Terima Perangkat Smartboard

Herizon, Kadis Dikpora Kuansing

LAMANRIAU.COM, TELUKKUANTAN – Sejumlah sekolah tingkat SMP di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) khususnya yang berlokasi di kota kecamatan, sudah menerima perangkat Interaktive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Pintar (smartboard) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Pihak Disdikpora Kuansing sendiri sebelumnya telah mengusulkan kepada Kemendikdasmen agar seluruh sekolah tingkat SD dan SMP di Kuansing untuk mendapatkan perangkat smartboard ini.

Hal ini disampaikan Kadisdikpora Kuansing Herizon, S.Pd, SD, MM, Senin, 24 November 2025 di ruang kerjanya.

Dikatakan, seluruh sekolah SD dan SMP di Kuansing telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan perangkat ini. Untuk SD ada sebanyak 259 sekolah, dan untuk SMP ada sebanyak 81 sekolah.

“Alhamdulillah beberapa sekolah khususnya yang berlokasi di ibukota kecamatan, sudah terpasang perangkat smartboard ini. Di antaranya di SMPN 1 Telukkuantan, SMPN 2 Telukkuantan dan SMPN 6 Telukkuantan,” ujar Herizon, didampingi Sekretaris Dinas Zulmaswan, S.Pd, MM.

Herizon sangat menyambut baik program ini, karena siswa dan guru akan termotivasi dengan adanya perangkat ini. Untuk itu ia berharap sekolah-sekolah lain di Kuansing juga segera mendapatkan bantuan perangkat ini. Dan jika pun sekiranya tahun ini belum seluruhnya sekolah yang mendapatkan alias masih ada sekolah yang belum terpasang jelang akhir tahun ini, tentunya akan mendapatkan di tahap selanjutnya, karena ini adalah program pusat.

Pihaknya pun, kata Herizon, juga sudah mempersiapkan tenaga teknisi yang sudah diberikan pelatihan. Tenaga teknisi ini diberikan pelatihan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dikutip dari laman resmi puslapdik.kemendikdasmen.go.id, perangkat smartboard ini merupakan bagian dari digitalisasi pendidikan yang jadi komitmen Presiden Prabowo Subianto pada Hari Guru Nasional 2024 lalu serta Hari Pendidikan Nasional 2025 lalu. Presiden menargetkan setiap sekolah memperoleh perangkat smartboard untuk menunjang proses belajar. Komitmen Presiden tersebut selanjutnya dituangkan melalui Instruksi Presiden Nomor 7/2025 yang menekankan revitalisasi satuan pendidikan, pembangunan sekolah unggul, dan digitalisasi pembelajaran.

Menurut Dirjen PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto melalui perangkat smartboard guru dan murid dapat berkolaborasi langsung melalui layar sentuh. Kontennya bisa berupa teks, video, audio, gamifikasi, bahkan augmented reality yang menghadirkan konten-konten digital di dunia nyata.

“Anak-anak dapat memutar model, memperbesar, memperkecil, dan menjawab soal interaktif di layar. Semua ini membuat pembelajaran lebih mudah dipahami sekaligus menyenangkan,” jelas Gogot. ***(shr)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews