LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Jamaah haji asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 10, Muhammad Amin Kiran, menjadi jamaah Riau kedelapan yang wafat di Tanah Suci selama musim haji 2026. Muhammad Amin Kiran wafat di pemondokan di Kota Makkahpada Rabu 3 Juni 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon mengatakan, Muhammad Amin Kiran, tergabung dalam Kloter BTH 10 Karom 11, berasal dari Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar.
“Almarhum memiliki riwayat penyakit sesak napas, diabetes melitus, dan hipertensi. Meski demikian, seluruh rangkaian utama ibadah hajinya telah berhasil ditunaikan. Yakni rukun dan wajib haji kecuali Tawaf Wada’. Rencananya, Tawaf Wada’ akan dilaksanakan dua hari sebelum kepulangan ke Tanah Air, almarhum dimakamkan di Pemakaman Al Soraya Makkah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.
“Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji Muhammad Amin Kiran asal Kabupaten Kampar. Semoga almarhum diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Defizon.
Defizon menjelaskan bahwa wafatnya almarhum terjadi setelah pelaksanaan puncak ibadah haji. Dengan demikian, secara syariat pelaksanaan ibadah hajinya telah dinyatakan selesai karena seluruh rukun dan wajib haji telah ditunaikan.
Berdasarkan data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, hingga 3 Juni 2026 tercatat 10 jamaah haji Provinsi Riau meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Dari jumlah tersebut, 1 jamaah meninggal dunia di kota Madinah, 7 jamaah di Kota Makkah, 2 jamaah masih berada di kota Batam, dan 1 jeamaah meninggal di daerah asal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. ***





