LAMANRIAU.COM, TELUKKUANTAN – Selama pelaksanaan MTQ Riau ke-44 dan Festival Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa nantinya yang waktunya berbarengan, Kota Telukkuantan diprediksi akan dipadati pengunjung. Baik para tamu kafilah dari 12 kabupaten/kota di Riau, maupun masyarakat Kuansing sendiri dari pelosok-pelosok kampung. Hal ini sudah barang tentu akan membuat volume sampah juga akan mengalami peningkatan dari hari-hari biasanya.
Kondisi ini pun sudah diantisipasi oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing supaya Kota Telukkuantan tetap selalu bersih selama MTQ dan Festival Pacu Jalur Rayon berlangsung nantinya. Kota yang bersih tentunya akan membuat tamu para kafilah dari 12 kabupaten/kota di Riau serta warga Kuansing sendiri yang datang dari kampung-kampung menjadi nyaman.
DLH Kuansing akan mengerahkan kekuatan penuh selama pelaksanaan MTQ dan Pacu Jalur Rayon II ini nantinya.
“Tenaga kebersihan kita ada 200 orang. Mereka inilah nanti yang akan membersihkan sampah selama MTQ dan Pacu Jalur Rayon II,” ujar Delis dalam bincang-bincangnya dengan wartawan, Kamis, 11 Juni 2026 di Telukkuantan.
Delis menjelaskan, volume sampah selama penyelenggaraan MTQ dan Pacu Jalur Rayon II di Tepian Narosa sudah barang tentu akan mengalami kenaikan.
“Biasanya hanya 30 ton perhari, diperkirakan akan naik jadi 40 ton,” katanya.
Mengantisipasi naiknya volume sampah ini, kata Delis, pihaknya sudah menyiapkan armada pengangkut sampah sebanyak enam unit dump truck, satu unit mobil L300 dan tujuh unit Kaisar.
“Saat ini yang sudah standby empat dump truck. Ditambah satu unit dari DLH dan satu unit dari Kecamatan Kuantan Mudik,” katanya.
Selain itu, kata Delis, mencegah terjadinya penumpukan sampah, pihaknya memberlakukan sistem lembur bagi tenaga kebersihan. Tenaga kebersihan yang lembur nantinya akan diberikan uang lembur.
“Sampah biasanya akan diangkut pada malam hari agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung,” katanya.
Pihaknya, kata Delis, juga sudah mengajukan proposal bantuan kepada PT RAPP untuk pengadaan tong sampah, seperti drum warna biru dan satu unit WC portable.
“Kita sudah ajukan, namun sampai saat ini belum ada kabar dari RAPP. Kita berharap proposal yang diajukan bisa diakomodir,” harapnya. ***(shr/inf)






