LAMANRIAU.COM – Bau badan bisa menjadi mimpi buruk bagi banyak orang. Kondisi ini dapat dialami oleh pria dan wanita. Tak hanya mengganggu kenyamanan beraktivitas, bau badan juga bisa menurunkan kepercayaan diri. Ada berbagai cara menghilangkan bau badan dengan mudah.
Keringat dan bau badan dapat terjadi ketika melakukan aktivitas fisik, saat udara panas, atau ketika merasa gugup dan stres. Lalu, bagaimana keringat dan bau badan ini terbentuk? Pada dasarnya, tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin.
Sementara, kelenjar apokrin terdapat di bagian tubuh yang ditumbuhi rambut, seperti ketiak dan selangkangan. Ketika suhu tubuh meningkat, kelenjar ekrin akan mengeluarkan keringat ke permukaan kulit. Fungsinya untuk mendinginkan suhu tubuh.
Di sisi lain, kelenjar apokrin menghasilkan keringat yang lebih kental jika dibandingkan dengan yang dihasilkan kelenjar ekrin. Keringat yang dihasilkan pun biasanya lebih banyak, terutama ketika mengalami stres emosional. Nah, keringat dari kelenjar apokrin inilah yang sering menjadi penyebab bau badan tidak sedap.
Bau badan ini akan muncul ketika keringat yang dihasilkan bercampur dengan bakteri yang ada di kulit. Itulah sebabnya, ketiak dan selangkangan sering menjadi sumber dari bau badan.
Perlu dipahami bahwa pada dasarnya, kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda. Ada orang yang menghasilkan lebih banyak keringat, tetapi ada juga yang produksi keringatnya sangat sedikit sampai tidak perlu menggunakan deodoran dan antiperspiran.
Bagi yang sering mengalami masalah bau badan, berikut adalah beberapa cara agar tidak bau badan yang bisa dicoba.
Jaga kebersihan diri dengan mandi
Cara paling utama dalam mengatasi bau badan adalah menjaga kebersihan tubuh. Caranya, yaitu rajin mandi. Dengan rajin mandi serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), bakteri yang menjadi penyebab bau badan dapat hilang. Mandi minimal satu kali sehari merupakan salah satu cara ampuh agar badan tidak bau.
Pastikan tubuh bersih dari bakteri, terutama di bagian yang rentan berkeringat, seperti ketiak atau selangkangan. Jika bau badan muncul tiba-tiba, bisa mencuci bagian yang berkeringat dengan air dan sabun antibakteri. Ini dapat mengurangi bakteri yang menempel di bagian kulit tersebut.
Jaga badan tetap kering
Setelah mandi, keringkan badan sampai benar-benar kering. Cara ini dapat mengatasi bau badan pada area tubuh yang mengganggu. Pastikan bagian tubuh yang rentan berkeringat kering sepenuhnya. Ini karena bakteri cenderung berkembang biak di tempat yang basah atau lembap.
Saat berkeringat, cobalah untuk mengeringkan bagian yang berkeringat. Cara ini dilakukan agar bakteri tidak bereaksi dengan keringat yang kemudian menimbulkan bau badan.
Mengganti baju
Jika sering berkeringat, mungkin perlu membawa baju ganti ketika bepergian. Baju yang bersih dapat membantu meminimalkan efek buruk dari reaksi antara keringat dan bakteri. Agar mencegah bau badan muncul tiba-tiba, segeralah ganti baju dengan baju bersih, terutama saat tubuh mulai berkeringat. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan pakaian dengan mencucinya secara rutin, terutama setiap habis digunakan.
Kenakan deodoran atau antiperspiran
Perawatan untuk bau badan yang tak kalah penting, yaitu selalu menggunakan deodoran atau antiperspiran. Meskipun sering dikira sama, sebenarnya kedua jenis produk ini berbeda. Umumnya, deodoran mengandung alkohol atau komponen antibakteri, seperti triclosan. Zat ini menciptakan lingkungan yang membuat bakteri tidak bisa hidup atau berkembang biak.
Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, deodoran diklasifikasikan ke dalam kosmetik, sedangkan antiperspiran tergolong ke dalam obat-obatan. Fungsi utama antiperspiran adalah mencegah timbulnya ketiak basah dengan cara membentuk gel dan menyumbat kelenjar keringat.
Perhatikan apa yang dimakan
Tips selanjutnya untuk mengatasi bau badan adalah dengan mengontrol makanan. Pasalnya, beberapa makanan dapat menyebabkan bau badan dan keringat berlebih, misalnya makanan pedas, kopi, alkohol, dan bawang putih.
Tak hanya itu, beberapa jenis sayuran, seperti brokoli, dapat menimbulkan aroma tidak sedap. Ini terjadi karena komponen sulfur pada sayuran tersebut diproses oleh tubuh dan dikeluarkan melalui napas, urine, dan keringat.
Mencukur bulu ketiak
Cara lain yang bisa dilakukan agar tidak bau badan adalah dengan mencukur bulu ketiak. Menurut sebuah studi dari Journal of Cosmetic Dermatology, mencukur rambut di ketiak dapat membantu mengurangi bau tak sedap. Hal ini karena kulit yang dicukur lebih mudah untuk dibersihkan jika dibandingkan dengan kulit yang berambut.
Mencoba teknik relaksasi
Stres dan beban pikiran merupakan salah satu pemicu keringat berlebih. Akibatnya, stres membuat kita lebih rentan mengalami bau badan. Jika ini adalah penyebab bau badan, dapat menjajal beberapa teknik relaksasi sebagai cara untuk menghilangkan aroma yang tidak sedap tersebut. Beberapa contoh kegiatan relaksasi yang bisa dilakukan, yaitu yoga, meditasi, atau sekadar menghirup lilin aromaterapi.
Pilih bahan pakaian yang menyerap keringat
Pemilihan bahan pakaian juga berperan penting dalam mengatasi bau badan yang membandel. Gunakan pakaian berbahan katun, linen, atau bahan alami lainnya yang memiliki daya serap keringat lebih baik dibandingkan bahan sintetis.
Bahan yang menyerap keringat akan menjaga kulit tetap kering dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau. Selain itu, hindari pakaian yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat karena dapat menciptakan lingkungan lembap di kulit.
Menggunakan bahan alami
Jika ingin menghindari bahan kimia pada produk deodoran atau antiperspiran, bisa mencoba bahan alami untuk mengatasi bau badan. Beberapa bahan alami yang diyakini mampu mengurangi aroma tidak sedap adalah air perasan lemon, cuka apel, dan tea tree oil. Oleskan bahan-bahan tersebut secukupnya ke area yang berkeringat, terutama ketiak. Namun, sebaiknya lakukan uji coba terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.
Periksakan diri ke dokter
Apabila sudah mencoba berbagai cara menghilangkan bau badan di atas dan tak kunjung berhasil, pilihan terakhir adalah berkonsultasi kepada dokter. Pada beberapa kasus, dokter akan merekomendasikan suntik botulinum toxin atau botox ke area ketiak untuk mencegah keringat berlebih.
Alternatif lainnya, dokter mungkin akan meresepkan obat antikolinergik untuk mengurangi produksi keringat pada tubuh. Demikian berbagai tips yang bisa diikuti sebagai cara mengatasi bau badan. Dengan mencoba cara-cara di atas, niscaya akan terhindar dari aroma tubuh yang tak sedap serta semakin percaya diri dan nyaman saat beraktivitas. ***






