Waspadai 8 Efek Kolesterol Tinggi

Ilustrasi

LAMANRIAU.COM – Pola hidup yang tidak sehat sering kali membuat kadar kolesterol di dalam tubuh menjadi tidak terkontrol. Padahal, efek buruk kolesterol tinggi berpotensi memicu penyakit kronis yang bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

Kolesterol tinggi adalah kondisi yang terjadi ketika kadar kolesterol total di dalam tubuh berada pada angka 240 miligram per desiliter (mg/dL) atau lebih. Kondisi ini terjadi akibat pola hidup tidak sehat, misalnya makan sembarangan, jarang olahraga, hingga kebiasaan merokok.

Pola hidup yang tidak sehat dapat menurunkan level kolesterol baik (HDL), sedangkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida meningkat. Peningkatan kolesterol LDL dan trigliserida ini berkaitan erat dengan penumpukan lemak dalam pembuluh darah atau arteri yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa risiko gangguan kesehatan yang menjadi bahaya kolesterol tinggi.

1. Tekanan darah tinggi

Kolesterol tinggi bisa mengakibatkan penumpukan plak pada pembuluh darah arteri. Akibatnya, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi atau hipertensi. Apabila dibiarkan begitu saja, hipertensi dapat menjadi cikal bakal penyakit jantung.

2. Nyeri dada

Kolesterol tinggi dapat mengganggu pasokan darah ke jantung. Terhambatnya pasokan darah ini terjadi akibat penumpukan kolesterol di dalam arteri koroner jantung (aterosklerosis). Dampaknya, kamu berpotensi mengalami rasa nyeri dada atau angina. Selain angina, Anda mungkin juga mengalami beberapa gejala penyakit jantung koroner.

3. Penyakit arteri perifer

Kolesterol tinggi dapat mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh arteri perifer. Sumbatan ini disebabkan oleh penumpukan plak yang pada akhirnya menghambat sirkulasi darah. Kondisi ini umumnya memengaruhi pembuluh darah arteri pada kaki, tetapi bisa juga memicu gangguan pada aliran darah ke perut, ginjal, dan lengan. Jika tidak segera diatasi, penyakit kardiovaskular ini berpotensi meningkatkan risiko amputasi.

4. Penyakit arteri karotis

Kolesterol tinggi bisa memicu penumpukan plak pada pembuluh darah arteri karotis. Kondisi tersebut membuat otak, wajah, leher, kulit, dan kepala kekurangan asupan darah kaya oksigen. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan segera. Jika diabaikan, terhambatnya asupan darah berpotensi mengakibatkan penyakit stroke.

5. Stroke

Kolesterol tinggi akan mengganggu aliran darah ke otak. Lama-kelamaan, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi stroke bila dibiarkan begitu saja. Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang mengangkut oksigen ke otak tersumbat atau pecah. Saat stroke menyerang, salah satu bagian dalam otak tidak mendapat aliran darah dan oksigen sehingga mulai mati secara perlahan.

6. Penyakit jantung koroner

Dilansir dari Cleveland Clinic, dampak kolesterol tinggi yang cukup umum adalah jantung koroner. Ketika kadar kolesterol terlalu tinggi, lemak bisa menumpuk dalam pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan arteri sehingga aliran darah ke jantung terhambat. Salah satu gejala penyakit jantung koroner adalah angina (sakit dada) hingga serangan jantung, yaitu ketika pembuluh darah sepenuhnya tersumbat dan otot jantung mulai mati.

7. Serangan jantung

Kolesterol tinggi meningkatkan risiko mengalami serangan jantung. Kondisi ini terjadi saat aliran darah menuju jantung terhambat. Hambatan pada aliran darah bisa disebabkan oleh penumpukan plak pada pembuluh arteri akibat kolesterol tinggi. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam rentang normal.

8. Henti jantung mendadak

Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) adalah kondisi yang terjadi ketika jantung tidak menerima asupan darah kaya oksigen. Kondisi ini membuat jantung berhenti berdetak sehingga aliran darah ke otak serta organ-organ vital pun terhenti. ***

Editor: Fahrul Rozi/Sumber: Helosehat.com

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews