Riau  

LAMR Beri Pembekalan Adat Kepada Mahasiswa Melayu

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberikan pembekalan adat ke puluhan mahasiswa Melayu yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru, di Balai Adat Melayu Riau, Kamis (16/5).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar di hadapan mahasiswa Melayu antara lain memaparkan sejumlah persoalan yang ada di Riau dan langkah apa yang dilakukan LAMR.

“Apa yang kami lakukan itu tidak lain melainkan untuk kepentingan masyarakat Riau,” kata Datuk Seri Syahril.

Datuk Seri Syahril memberi contoh mengenai jutaan hektare perkebunan kelapa sawit di Riau yang bermasalah. Berdasarkan hasil temuan Pansus Monitoring Perizinan Perkebunan Sawit DPRD Riau tahun 2016, di Provinsi Riau ditemukan sekitar 1,8 juta hektare kebun sawit ilegal (karena berada di kawasan hutan, dan/atau lebih luas dari HGU yang diberikan negara kepada perusahaan tersebut).

“LAMR berupaya agar masyarakat adat Melayu Riau mendapat peluang untuk mengambil peran dalam pengembalian haknya atas hutan-tanah adat yang telah diusahakan secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu,” kata Datuk Seri Syahril.

Menurut Datuk Seri Syahril, saat dirinya bertemu Presiden Joko Widodo ketika menerima gelar adat Melayu dari LAMR Datuk Seri Setia Amanah Negara pada tanggal 15 Desember 2018, dia sempat membisikkan kepada Presiden Jokowi mengenai perjuangan masyarakat adat Sinamanenek di Kabupaten Kampar terhadap lahan seluas 2.800 hektare yang dikuasai perkebunan sawit PTPN V dan meminta lahan tersebut dikembalikan pada masyarakat adat Sinamanenek.

“Saya hampir dua jam dengan Jokowi membicarakan berbagai masalah di Riau. Pas pada masalah tanah adat Sinamanenek yang dikuasai PTPN V, Jokowi langsung bilang ini masalah gampang,” ujar Syahril.

Presiden Jokowi akhirnya mewujudkan ucapannya dengan memutuskan lahan perkebunan sawit PTPN V seluas 2.800 hektar dikembalikan kepada masyarakat adat Sinamanenek.

Datuk Seri Syahril yang didampingi Sekretaris Umum LAMR M. Nasir Penyalai, Timbalan Ketua Umum Datin Hj. Nuraini, Sekretaris LAMR Yusman Hakim, Bendahara LAMR Anton Suryaatmaja dan sejumlah pengurus lainnya mengajak para mahasiswa Melayu Riau untuk mewarisi nilai-nilai adat budaya Melayu Riau.

Datuk Seri Syahril mengatakan untuk mewarisi nilai-nilai adat budaya Melayu tersebut memerlukan tangan-tangan yang mampu mensosialisasikannya kepada anak kemenakan sebagai generasi penerus.

Menanggapi pertanyaan seorang mahasiswa mengenai ada kecenderungan generasi muda zaman sekarang menganggap adat istiadat dan budaya sebagai sesuatu yang dianggap kuno, Datuk Seri Syahril mengatakan dalam mensosialisasikan adat dan budaya kepada generasi muda perlu dikemas dengan baik agar tidak lagi dianggap kuno.

“Untuk itu pulalah, LAMR menyiapkan tim IT dari kalangan anak-anak muda yang menguasai media sosial dan internet. Jangan sampai pengurus LAMR bercakap di ruang lain sementara anak muda di ruang lain,” ujar Datuk Seri Syahril.

Datuk Seri Syahril juga berpesan kepada mahasiswa agar mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan baik untuk meraih kemajuan.

“Anak-anak muda Melayu harus mempersiapkan diri untuk menjadi insan Melayu yang berkualitas dengan banyak belajar termasuk belajar menjadi pemimpin. Saya ini untuk menjadi Ketua Umum LAMR ini juga telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelumnya,” ujar Datuk Seri Syahril.

Berkaitan dengan adanya keinginan sejumlah mahasiswa Melayu dari sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Riau membentuk wadah berhimpunnya mahasiswa Melayu Riau yaitu Himpunan Mahasiswa Melayu, Datuk Seri Syahril menyatakan dukungannya terhadap gagasan itu.

“LAMR mendukung sepenuhnya adanya wacana tersebut dan mengajak mahasiswa Riau khususnya yang bersuku Melayu untuk bergabung dalam himpunan ini,” kata Syahril.

Acara pembekalan adat dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan berhenti sejenak untuk berbuka puasa bersama, salat Magrib berjemaah, dan makan malam bersama. Kemudian setelah makan malam dilanjutkan lagi hingga masuk waktu salat Isya. (rls)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *