Istri Cantik Anugerah dan Ujian Suami

LAMANRIAU.COM – Mempunyai istri cantik merupakan anugerah sekaligus ujian bagi seorang muslim. Anugerah karena istri yang cantik relatif lebih disukai suami dan lebih dekat dengan istilah “menyenangkan jika dipandang”. Ujian karena istri yang cantik bisa membuat seseorang lupa diri.

Senang berlama-lama dengannya hingga melupakan hak Allah dan mendatangkan kemalasan dalam beribadah. Karenanya, laki-laki muslim yang memiliki istri cantik namun malamnya sanggup bangun untuk qiyamul lail, maka Allah akan memberinya tiga keistimewaan.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

Ada tiga orang yang mana Allah mencintai mereka, tertawa kepada mereka dan bergembira karena mereka, (salah satunya adalah): orang yang memiliki istri cantik dan tempat tidur empuk lagi indah, tapi ia bangun malam. Maka Allah berfirman, “Dia meninggalkan kesenangannya untuk mengingatKu, padahal kalau ia mau, ia bisa saja tidur.” (HR. Thabrani; hasan)

Inilah tiga keistimewaan dari Allah: Allah mencintainya, tertawa kepadanya dan bergembira karenanya.

Allah mencintainya

Betapa bahagianya seorang hamba yang mendapatkan cinta Allah. Dan apa lagi yang lebih besar daripada cinta Allah. Dicintai penguasa saja, seseorang akan mendapatkan kedudukan istimewa; perlindungan; dan fasilitas darinya. Apalagi dicintai Allah. Tentu ia akan mendapatkan kedudukan istimewa di sisi-Nya, mendapatkan perlindungan-Nya, dan berbagai keutamaan dari-Nya.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa apabila Allah mencintai seseorang, Dia memanggil Jibril seraya memberitahukan kecintaan itu dan memerintahkan Jibril mencintainya. Lalu Jibril pun berseru di langit, memerintahkan penghuni langit untuk mencintainya. Maka penghuni langit pun mencintai orang tersebut. Bahkan akhirnya, penghuni bumi pun mencintai orang tersebut. Masya Allah.

Allah tertawa kepadanya

Sebagian ulama ketika menjumpai istilah seperti ini kemudian mentakwilkannya dengan istilah lain bahwa Allah senang kepada orang tersebut. Namun karena teks hadisnya demikian, sebagian ulama lainnya mengartikannya sebagaimana teks hadis. Allah tertawa kepada orang tersebut. Tentu tertawanya Allah berbeda dengan tertawanya makhluk karena Dia memiliki sifat mukhalafatu lil hawadits, berbeda dengan makhluk.

Allah bergembira karenanya

Jika seseorang membuat gembira atasannya, ia bisa mendapatkan perlakuan baik dan istimewa dari atasan tersebut. Lalu bagaimana jika seorang hamba membuat rida dan gembira Tuhannya? Tentu balasan istimewa yang akan diterimanya.

Maka bagi Anda yang memiliki istri cantik, bangunlah di tengah malam atau akhir malam. Qiyamul lail. Tunaikan salat tahajud. Niscaya tiga keistimewaan yang disabdakan Rasulullah ini Anda dapatkan. Bagaimana jika istri tidak cantik? Tetaplah qiyamullail, sebab qiyamullail memiliki banyak keutamaan lain tanpa memandang apakah istrinya cantik atau tidak.

Wallahu alam bish shawab.

[bersamadakwah]

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *