Kepala OPD Diminta Lakukan Pencermatan Anggaran

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali harus mengencangkan ikat pinggang, ditengah belum stabilnya perekonomian dunia.

Kebijakan itu diambil terkait merosotnya harga minyak dunia yang kembali anjlok akibat dampak dari perang dagang negara-negara ekonomi besar.

Selain itu, menyebarnya virus corona diberbagai ratusan negara termasuk Indonesia juga ditengarai menjadi penyebab.

“Pengaruhnya sangat signifikan, dalam bulan ini harga minyak dunia turun dari 70 USD ke 30 USD. Maka dari itu kita harus ketat dan harus berhemat,” kata Asisten III Setdaprov Riau Syahrial Abdi, Jumat (13/3/2020).

Anjloknya harga minyak dunia dalam kurun waktu belakangan secara signifikan berpengaruh terhadap penerimaan Provinsi Riau. Pasalnya, sampai saat ini APBD Provinsi Riau masih bergantung dengan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

Dengan begitu, tidak ada pilihan, kembali mengencangkan ikat pinggang dengan melakukan rasionalisasi dalam menyusun APBD Perubahan mendatang.

Lebih lanjut, mantan Penjabat (Pj) Bupati Kampar ini menyatakan saat ini Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) sedang melakukan pencermatan terhadap kegiatan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal itu dilakukan dalam rangka inventarisasi kegiatan yang tidak menjadi prioritas dan memungkinkan untuk dicoret.

“Kita sudah warning Kepala OPD untuk melakukan review dan pencermatan anggaran pada OPD masing-masing,” tegas Syahrial. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *