Kampus  

Kepala LLDIKTI Teleconference dengan Pimpinan Perguruan Tinggi di Wilayah X

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU  Perguruan Tinggi diharapkan aktif melakukan pencegahan Covid-19, serta ikut bersama Pemerintah membantu masyarakat mencegah virus corona. Proses belajar mengajar juga diharapkan bisa terus berlangsung meski menggunakan sistem daring (jarak jauh/online).

Hal itu disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Herri saat mengelar teleconference dengan beberapa Perguruan Tinggi diwilayah X, Senin (23/3/2020) siang.

“Yang terpenting itu bagaimana Perguruang Tinggi bisa ikut aktif dan ambil bagian membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus verona atau Covid-19,” kata Herri.

Hal itu menurut Herri bisa dilakukan semisal perguruan tinggi yang mampu memproduksi hand sanitizer supaya dapat membagikan kepada civitas akademika masing-masing. Jika memungkinkan juga hendaknya bisa membagikan kepada masyarakat.

Herri juga menegaskan, virus corona tidak membuat proses belajar mengajar di perguruan tinggi menjadi terhambat. Sesuai himbauan dan edaran Pemerintah, kegiatan belajar hendaknya dilakukan dengan memanfaatkan tekhnologi informasi, yakni sistem online.

Bagi perguruan tinggi yang memiliki kemampuan tekhnologi diharapkan membantu aplikasinya kepada perguruan tinggi lain sehingga semua perguruan tinggi dapat mengikuti kegiatan belajar secara online.

”Tolong link pembelajarannya dikirim ke LLDIKTI Wilayah X untuk kami teruskan ke kementerian,” imbuh Herri.

Dalam teleconference tersebut, Herri didampingi Sekretaris LLDIKTI Yandri, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Ely Susanti, dan Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi Febrina Fitri. Juga sejumlah Staf LLDIKTI lainnya.

Sejumlah Perguruan Tinggi yang ikut atau tergabung saat teleconferce tersebut antara lain Universitas Islam Riau (UIR), Akademi Akuntansi Indonesia, STIKIP Aisyah, Akbid Helvetia Pekanbaru, Amik Kosgoro, Unu Sumbar, Institut Kesehatan Prima Nusantara, UPI YPTK, Universitas Pasir Pengarayan, STIE Pasaman, Politeknik Caltex Riau, STIE H Agus Salim Pasang, Universitas Eka Sakti, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai, STIKES Perintis Padang, Institut Teknologi Batam, STKip Bangko, Universitas Muhammadiyah Jambi.

Sementara Rektor UIR Syafrinaldi, yang berteleconference di ruang rapat lantai empat Gedung Rektorat, ikut menyampaikan beberapa hal terkait layanan pendidikan oleh LLDIKTI. Ia menyebut kalau ini pertama kali UIR melakukan teleconference dengan LLDIKTI.

”Biasanya rapat-rapat kita lakukan secara langsung. Tapi disebabkan negeri kita sedang diserang virus corona, rapat bersama LLDIKTI digelar melalui teleconference,” ujar Rektor.

Banyak hal dalam rapat teleconference yang bisa disimak. Terutama terkait pelayanan akademik yang sekarang dilakukan LLDIKTI. Ada 36 jenis pelayanan diberikan untuk semua perguruan tinggi.

“Di luar itu, kita juga berkesempatan mendengar aspirasi pimpinan perguruan tinggi lain yang disampaikan kepada Prof Herri,” kata Syafrinaldi.

“UIR disamping menyampaikan problem akademik yang dihadapi juga melaporkan langkah-langkah yang telah kita ambil terkait kewaspadaan menghadapi corona. Misalnya, memproduksi hand sanitizer untuk civitas akademika,” sambung Rektor Syafrinaldi.

Ikut mendampingi mantan Dekan Fakultas Hukum itu Wakil Rektor I Syafhendry, Wakil Rektor II Asrol, Wakil Rektor III Rosyadi, Kepala Biro Simfokom Hendra Gunawan, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Syafriadi. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *