Di Tengah Wabah Corona, Ancaman Penyakit Demam Berdarah di Riau Masih Relatif Tinggi

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Meskipun di tengah wabah Covid-19 yang sedang menjadi sorotan, langkah antisipasi terhadap penyakit lainnya juga perlu mendapat perhatian.

Salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Hal ini dikarenakan angka DBD yang masih relatif tinggi dan telah memakan korban jiwa. Dari hasil inventarisir awal pada tiga bulan atau sejak Januari hingga Maret 2020 terdata sekitar sembilan orang warga Riau tercatat meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala dinas kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir menilai, hal itu tentunya perlu menjadi perhatian bersama. Untuk jumlah kasus DBD pada bulan Januari total tercatat sebanyak 790 kasus, Februari 565 dan Maret 420 kasus.

“Ya tetap harus antisipasi untuk DBD. Untuk data warga yang meninggal dunia terbanyak akibat DBD tercatat pada bulan Januari lalu, yakni sebanyak lima orang. Kemudian untuk dibulan Februari tiga orang dan Maret satu orang yang menjadi korban DBD,” paparnya.

Sementara untuk asal penyakit DBD tersebut berasal dari beberapa daerah. Dimana liima pasien yang meninggal dibulan Januari tersebut yakni satu pasien dari Kampar, dua dari Kuantan Singingi, satu dari Siak dan dagu dari Kepulauan Meranti.

Sedangkan untuk tiga pasien dibulan Februari yakni satu dari Pekanbaru, dan dua dari Indragiri Hilir dan satu pasien meninggal dibulan Maret dari Kabupaten Siak. Untuk itu, langkah sosialisasi dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat terus dilakukan ke masyarakat. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *