Harga Emas Tertekan Akibat Pelonggaran Aktivitas Bisnis

LAMANRIAU.COM, CHICAGO  Harga emas lanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (29/4/2020), menyusul rencana beberapa negara melonggarkan pembatasan akibat virus corona (Covid-19).

Kontrak emas paling aktif pengiriman Juni di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun US$ 1,6 atau 0,09 persen, menjadi US$ 1.722,2 per ounce.

“Ini sudah bersaing ketat antara US$ 1.700 – US$ 1.730, pembeli di bawah, tetapi penjual di atas,” kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Mulia, BMO, Tai Wong. “Saya pikir ada aksi ambil untung investor.”

Pelemahan dolar juga semakin menekan harga emas. Indeks Dolar AS turun 0,16 poin, atau 0,16 persen ke level 99,89 pada pukul 17.50 GMT.

Data hari sebelumnya menunjukkan kepercayaan konsumen AS jatuh mendekati level terendah enam tahun pada April. Pandemi telah membatasi aliran barang antarnegara. Akbatnya, ekspor Amerika Serikat runtuh dan impor dari negara lain terus menurun.

Sejumlah negara seperti Italia dan Selandia Baru mengumumkan pelonggaran pembatasan. Begitu juga beberapa negara bagian Amerika Serikat akan memulai kembali bisnisnya, meskipun Inggris mengatakan terlalu berbahaya untuk melonggarkan pembatasan ketat karena potensi gelombang kedua.

Lockdown di banyak negara untuk menekan penyebaran Covid-19, telah memukul ekonomi karena semua bisnis berhenti, dan pengangguran meningkat.

Bank-bank sentral di seluruh dunia telah meluncurkan langkah stimulus untuk memerangi dampak keuangan dari virus yang telah menginfeksi 3,03 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 210.263.

Emas sebagai salah satu aset safe-haven cenderung mendapat manfaat dari langkah stimulus bank sentral dan pemerintah karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Investor akan mencari panduan ke depan dari pertemuan Federal Reserve AS, yang diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan kebijakan pada Rabu waktu setempat. Sementara Bank Sentral Eropa akan bertemu pada Kamis (30/4/020).

Logam mulia berjangka lainnya, perak pengiriman Juli turun 1,3 sen atau 0,08 persen, menjadi US$ 15,328 per ounce. Platinum pengiriman Juli naik US$ 18,6 atau 2,39 persen, menjadi US$ 795,6 per ounce. (BSC)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *