Sosial  

Label Keluarga Miskin Atau Pra Sejahtera Adalah Tindakan Kemanusiaan yang Tak Manusiawi

Cici Rifmayanti

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Untuk membantu masyarakat Pekanbaru yang tidak mampu dan terdampak outbreak Covid-19 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan bagi-bagi sembako.

Namun disayangkan, karena yang dilakukan sangat tidak elegan. Pasalnya, semua rumah warga yang akan dibantu dilabeli dengan cap “Keluarga Miskin Penerima Bantuan” ataupun diganti dengan kalimat lain yang lebih halus.

Pernyataan ini disampaikan Cici Rifmayanti salah seorang Founder Aksi Kamisan Pekanbaru kepada wartawan.

Cici sangat menyayangkan ada  label tersebut. Cara tersebut dinilai tidak mengindahkan estetika.

“Rumah warga yang menerima bantuan ini dilabeli dengan tulisan cat permanen, sehingga mengganggu estetika dan rasa kemanusiaan, ” ujarnya.

Bagaimana tidak, kata dia, cat itu mengotori dan mengganggu keindahan rumah yang rata-rata memang sudah tidak terlalu indah.

Selain itu, sambungnya, label itu juga dapat melukai hati penghuninya. Bahkan, juga mempermalukan penghuni yang memang sudah tidak mampu.

“Mungkin tujuannya bagus untuk menandai bantuan, agar tepat sasaran dan menghindari bantuan ganda,” ucapnya.

Tapi, lanjut wanita yang akrab dipanggil Cici ini, menilai banyak cara yang lebih efektif dengan tetap menjunjung nilai estetika dan kemanusiaan.

“Penempelan stiker ini sangat umum dilakukan seperti sensus dan lainnya. Entah apa yang ada di kepala mereka, sehingga tidak sensitif terhadap kondisi saat ini, ” jelasnya.

Cici menghimbau agar Pemko Pekanbaru mereview dan merevisi cara vulgar dan tidak benar itu. (RUL)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *