Orang Riau Jangan Senang Dulu, Tak Ada Sejarahnya Wabah Virus Hanya Satu Gelombang!

dr Indra Yovi

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU  Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi menyebutkan, saat ini masih banyak masyarakat Riau yang melanggar protokol kesehatan.

Ia mengatakan, baik dinamika di Kota Pekanbaru maupun daerah masih belum kuat kedisiplinannya, terutama dalam penggunaan masker dan menjaga jarak.

“Masih banyak masyarakat kita yang tidak patuh memakai masker dan berkerumun,” katanya saat melakukan Press Conference di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Sabtu (06/06/2020).

Yovi juga mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati. Pasalnya, tidak ada sejarahnya pandemi itu hanya satu gelombang.

Tuturnya, dengan kondisi saat ini, total angka kematian untuk Asia Tenggara kurang lebih 1.800 per hari termasuk di India. Sedangkan untuk Indonesia, angka kematian juga cukup tinggi mencapai 5%.

“Itu data dari WHO, makanya kita harus hati-hati,” ucapnya.

Selain itu, Jubir Covid-19 ini tidak lupa untuk selalu mengajak masyarakat untuk tidak bersenang hati dan euforia berlebihan terhadap angka-angka yang ada di Riau saat ini.

Dia menerangkan, beberapa provinsi tetangga Riau seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah mencapai angka di atas 600 pasien positif Covid1-9. Sedangkan Sumatera Selatan sudah diatas angka seribu pasien positifnya.

“Jambi dan Riau itu dikepung, makanya kita harus berhati-hati kalau terjadi lonjakan, pemerintah provinsi sudah mempersiapkan cuma bagaimana kepatuhan masyarakatnya,” terang Yovi.

Ia menuturkan, banyak yang salah persepsi dengan adanya kata new normal. Kebanyakan menganggap kondisi telah kembali kesedia kala padahal tidak demikian.

“Kita tidak akan kembali kesedia kala sebelum ditemukan vaksinnya. Jadi sebelum ditemukan vaksinnya kita akan tetap hidup seperti ini, memakai masker, sering cuci tangan, dan hindari kerumunan,” tutupnya. (MCR)

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *