Ekonomi Warga Kian Tertekan, Bankeu Provinsi Tahap II di Pekanbaru Belum Tersalurkan

Kerumunan warga saat antri pencairan Bankeu Provinsi di BPR Pekanbaru

LAMANRIAU.COM, PEKANBARU – Pasca heboh soal pemotongan dana bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Riau sebesar Rp300 ribu di Kota Pekanbaru, sampai saat ini belum ada kejelasan penyaluran tahap berikutnya. Padahal saat ini ekonomi warga kian tertekan seiring meningkatnya kasus Covid-19 di daerah ini.

Saiful, penerima bantuan sosial tahap I warga Kelurahan Pebatuan, Tenayan Raya mengaku heran, tak ada kabar berita mengenai kelanjutan penyaluran dana setelah penyaluran tahap I pada bulan Juni 2020 lalu.

“Setahu kami, bantuan dana Rp300 ribu itu katanya dalam tiga tahap. Tapi tak ada lagi pemberitahuan mengenai kelanjutan dana tersebut,” jelasnya, Rabu 9 September 2020.

Dikatakan Saiful, tidak hanya mengenai kelanjutan penyaluran, sebelumnya dalam berbagai pemberitaan media disebutkan, pihak BPR Pekanbaru selaku penyalur juga telah berjanji akan mengembalikan dana sisa sebesar Rp50 ribu yang diakui dipotong untuk administrasi pembukaan buku rekening bank. “Buku rekeningnya sampai hari ini juga tak pernah kami terima,” tutur dia.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Maznah, warga Kelurahan Binawidya, Tampan. Meski jumlah uang diterima tak seberapa, Ia mengaku dalam kondisi saat ini sangat dibutuhkan.

“Kenapa sampai hari ini tak ada kabar, apakah dana tersebut memangbtak ada lagi. Apalagi katanya Tampan mau di PSBB lagi, kami sangat butuh uang tersebut,” ucap dia.

Sebelumnha Kepala Dinas Sosial Riau, Dahrius Husin meminta pemerintah kabupaten/kota di Riau dalam hal penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat yang terdampak virus corona secara cepat dan mudah.

“Kami minta pemerintah kabupaten/kota untuk menyalurkan BLT ini secara cepat dan mudah. Karena kami masih dapat laporan ada masyarakat yang kesulitan mencairkan dana bantuan ini,” kata Dahrius.

Menurut Dahrius, tugas pemerintah provinsi Riau dalam hal dana BLT ini yakni mentransfer dana sesuai dengan yang diusulkan pemerintah kabupaten/kota sesuai by name by addres. Sehingga pihaknya tidak bisa mencampuri terlalu jauh perihal pendistribusian bantuan tersebut.

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) juga mengimbau agar seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Riau, sesegera mungkin mencairkan dana bantuan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Hal itu, kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (Ketum DPH) LAMR, Datuk Seri Syahril Abubakar, akan membantu ekonomi masyarakat, bahkan daerah dan nasional, karena uang yang ada berputar di tengah khalayak.

“Makin cepat makin baik kalau bantuan itu diberikan kepada masyarakat, apalagi Pemprov Riau sejak bulan Juni lagi sudah menyalurkannya ke rekening kota maupun kabupaten,” kata Datuk Seri Syahril. ***

Ikuti berita lamanriau.com di GoogleNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *